- Anggota DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli mengajukan empat syarat bagi Transjakarta sebelum mengambil alih penyeberangan Pulau Seribu tahun 2027.
- Syarat tersebut mencakup kajian cuaca laut, kepastian jadwal keberangkatan pulang-pergi, serta penerapan standar keselamatan pelayaran yang tinggi.
- Transjakarta juga diminta menyediakan tarif terjangkau melalui subsidi agar tidak memberatkan warga Kepulauan Seribu.
Suara.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli (MTZ), mengajukan empat syarat kepada Transjakarta sebelum resmi mengambil alih pengelolaan layanan penyeberangan ke Pulau Seribu dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
MTZ mengawalinya lewat sorotan tentang warga Kepulauan Seribu yang selama ini belum mendapatkan fasilitas transportasi yang setara dengan warga di wilayah daratan Jakarta.
"Pulau Seribu harus mendapatkan fasilitas yang sama dengan warga daratan. Sekarang sangat timpang di Pulau Seribu angkutannya," ujarnya di Komplek DPRD DKI Jakarta baru-baru ini.
Dari situ, MTZ mulai memaparkan syarat apa saja yang wajib dipenuhi Transjakarta sebelum memulai layanan yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 itu.
Syarat pertama yang disampaikan adalah kajian matang terkait kondisi cuaca di laut.
Ia menyoroti pengalaman sebelumnya di mana kapal kerap batal berangkat hanya karena cuaca mendung.
"Kemarin tantangannya yang Dishub itu, mendung sedikit ya nggak bisa berangkat gitu ya. Nah, bagaimana supaya tetap bisa (berangkat), seperti itu," kata MTZ.
Syarat kedua yang ditekankan adalah kepastian jadwal keberangkatan pulang-pergi.
Ia meminta agar warga tidak mengalami kesulitan saat hendak kembali ke Kepulauan Seribu setelah bepergian ke Jakarta.
Baca Juga: Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
"Jadwalnya harus bener-bener, bolak-baliknya itu diatur," tutur MTZ.
Syarat ketiga yang disebutkan adalah standar keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan transportasi darat.
"Tentu lebih tinggi ya urusan safety-nya di laut daripada di darat. Nah, ini Transjakarta harus bisa melihat hal tersebut," ucap MTZ.
Syarat keempat, sekaligus yang dianggap paling penting, adalah keterjangkauan tarif bagi warga Kepulauan Seribu.
Ia mencontohkan tarif transportasi laut sebelumnya yang berkisar Rp40.000 hingga Rp75.000, jumlah yang dinilainya memberatkan jika digunakan bolak-balik.
"Jadi kami harapkan Transjakarta yang mengambil, tapi kemudian tetap ada PSO supaya murah. Di laut itu Rp40.000 saya kira harusnya bisa diringankan setengahnya gitu ya atau seperempat," jelas MTZ.
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta ini mengaitkan tantangan tersebut dengan rekam jejak Transjakarta yang telah berhasil membangun rute darat terpanjang di dunia.
"Ini tantangan untuk Transjakarta, bagaimana kemudian membuat untuk Trans Laut," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Bagaimana Cara Memilih Moisturizer yang Sesuai dengan Iklim Tropis Indonesia?
-
Hampir 2 Tahun Pemerintah, Prabowo Sadar Belum Semua Persoalan dan Janji Terselesaikan
-
Transjakarta Mau Kelola Angkutan ke Kepulauan Seribu, DPRD Ajukan 4 Syarat
-
Prabowo Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Solar, Devisa Rp170 Triliun Bisa Dihemat
-
Kisah Bli Nyoman 'Don Rare': Pulang Kampung Mengubah Garam Desa Les Jadi Emas Pariwisata
-
Bukan Lomba, Ribuan Warga Jogja Bersih-bersih Kali Code Sembari Mural untuk Rayakan HUT RI ke-81
-
Diduga Terserang Virus, Kemenhut Ungkap Penyebab Kematian Gajah Yuna di Aceh
-
Ketua DPD Puji Kinerja Prabowo-Gibran, Disebut Kompak dan Saling Melengkapi
-
Ulasan Red Swan: Kisah Kehidupan Elite yang Dibangun dari Perebutan Kuasa
-
Sidang Tahunan MPR: Dukungan Terhadap Palestina Adalah Mandat Konstitusi, Bukan Soal Agama