News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:48 WIB
Surya Paloh saat mengikuti sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/2026). (bidik layar video)
Baca 10 detik
  • Surya Paloh menanggapi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Komplek Parlemen Jakarta pada 14 Agustus 2026.
  • Pidato tersebut dinilai sukses membangun optimisme masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.
  • Paloh menekankan pentingnya realisasi lapangan serta dukungan kepercayaan publik agar agenda pembangunan berjalan efektif.

Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan tanggapan terkait pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Surya Paloh menilai narasi yang dibawa oleh Presiden Prabowo dalam pidato tersebut telah berhasil membangun semangat optimisme bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.

"Satu hal aja yang pasti bahwasanya Presiden membangun optimisme kepada semua kita sebagai warga negara bangsa ini. Ya mudah-mudahan optimisme Presiden itu berjalan sebagaimana yang kita harapkan bersama ya," ujar Surya Paloh di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.

Meski mengapresiasi semangat positif yang ditunjukkan Presiden, Paloh memberikan catatan penting terkait implementasi dari poin-poin pidato tersebut.

Ia berharap apa yang menjadi keyakinan Presiden dapat benar-benar terwujud secara nyata di tengah masyarakat.

"Apa yang diyakini oleh Presiden itu bisa teraplikasi sedemikian rupa terwujud di lapangan. Itu harapan kitalah," tuturnya.

Lebih lanjut, Paloh menekankan bahwa sikap optimis jauh lebih baik dibandingkan sikap pesimis atau skeptis dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.

Namun, ia mengingatkan agar optimisme tersebut tidak berhenti pada tataran retorika semata, sehingga tidak memerlukan koreksi di masa mendatang akibat realisasi yang tidak sesuai harapan.

"Presiden sudah bangun optimisme ini, problem apa pun seakan-akan mampu kita hadapi. Itu satu hal yang kita perlu garis bawahi. Menurut saya itu baik, karena bagaimanapun lebih bagus optimis daripada pesimis atau skeptis. Tapi yang kita harapkan bagaimana optimisme ini bisa terealisasikan sedemikian rupa di lapangan? Jangan menjadi hal yang barangkali memerlukan koreksi-koreksi lagi, ya kan? Artinya, realisasinya tidak sedemikian rupa," tegasnya.

Baca Juga: Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN Mencuat, Menkum: Itu Warning dari Presiden

Saat ditanya mengenai tantangan terberat pemerintah ke depan, tokoh nasional ini menyoroti pentingnya faktor kepercayaan atau trust dari masyarakat.

Menurutnya, optimisme pemerintah harus berjalan beriringan dengan dukungan dan kepercayaan publik agar agenda pembangunan dapat berjalan efektif.

"Ya bagaimanapun juga adalah keyakinan untuk membangun trust. Membangun trust. Ya itu penting sekali. Optimisme harus disertai dengan dukungan trust, keyakinan publik. Itu penting sekali. Itu yang perlu kita ingatkan. Ya mudah-mudahan itu akan berjalan seiring. Ya," pungkasnya.

Load More