- Gempa tektonik kuat mengguncang Kabupaten Manggarai, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sore hari.
- Bencana alam tersebut menyebabkan 15 warga meninggal dunia dan merusak 305 fasilitas bangunan secara keseluruhan.
- Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi serta mengimbau warga agar tetap waspada terhadap gempa susulan.
Suara.com - Duka mendalam menyelimuti wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang pada Sabtu (15/8/2026). Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling memprihatinkan.
Hingga berita ini dipublikasikan, Sabtu sore Pukul 17.45 WIB, laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang masif terus bertambah seiring dengan proses pendataan yang dilakukan oleh otoritas setempat.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pemerintah Kabupaten Manggarai, sebanyak 15 warga dilaporkan meninggal dunia akibat dampak gempa bumi tersebut.
Angka ini mencerminkan betapa dahsyatnya guncangan yang melanda pemukiman warga di wilayah pegunungan dan pesisir Manggarai.
Kehilangan nyawa ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat setempat yang tengah berjuang di tengah situasi darurat.
Pemerintah daerah saat ini fokus pada proses evakuasi korban yang mungkin masih terjebak, serta memberikan layanan pemulasaraan jenazah bagi korban yang telah ditemukan.
Angka 15 korban jiwa ini masih bersifat sementara, mengingat tim gabungan masih menyisir beberapa lokasi terpencil yang akses komunikasinya sempat terganggu pascagempa.
Kerusakan Infrastruktur: 280 Fasilitas Rusak Berat
Selain merenggut nyawa, gempa bumi ini meluluhlantakkan ratusan bangunan di berbagai titik. Skala kerusakan infrastruktur di Kabupaten Manggarai tergolong sangat parah.
Baca Juga: 5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
Berdasarkan rekapan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, tercatat 305 fasilitas mengalami kerusakan.
Data statistik menunjukkan tingkat kerusakan yang sangat mengkhawatirkan. Dari total 305 bangunan tersebut, sebanyak 280 fasilitas masuk dalam kategori rusak berat.
Kondisi ini menandakan bahwa bangunan-bangunan tersebut sudah tidak layak huni atau berbahaya jika ditempati kembali.
Sementara itu, 10 fasilitas dilaporkan rusak sedang, dan 15 lainnya mengalami rusak ringan.
Kerusakan paling banyak terjadi pada fasilitas masyarakat. BPBD mencatat 287 fasilitas masyarakat mengalami kerusakan, terdiri dari 266 rusak berat, delapan rusak sedang, dan 13 rusak ringan.
Sebagian besar dari jumlah ini merupakan rumah tinggal warga yang roboh atau mengalami retakan struktur utama yang sangat fatal akibat guncangan hebat tersebut.
Berita Terkait
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7
-
Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT
-
Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT
-
Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub