News / Nasional
Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:43 WIB
Tim medis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026). (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Tim medis UGM beranggotakan enam personel diberangkatkan ke Bajawa, NTT, untuk menangani korban gempa pada 19 hingga 30 Agustus 2026.
  • Tugas utama tim adalah melakukan asesmen lapangan guna mengidentifikasi kebutuhan riil dan mengantisipasi kasus trauma akibat kerusakan rumah sakit.
  • Hasil asesmen harian akan menjadi dasar koordinasi untuk menentukan pengiriman bantuan lanjutan atau tenaga medis tambahan dari Yogyakarta.

"Kalau gempa itu banyaknya kasus trauma, luka, perawatan luka di sana juga dibutuhkan. Kemudian karena beberapa rumah sakit juga diinfokan collapse," ujar Rizki.

Selain asesmen, tim akan menjalankan fungsi Emergency Medical Team (EMT) untuk membantu pelayanan kesehatan. Tim ini akan lebih banyak mendukung pelayanan pre-hospital di luar rumah sakit sesuai kondisi di lapangan.

Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM, Sutono, mengatakan pengiriman tim merupakan bagian dari respons cepat UGM bersama Academic Health System (AHS) UGM dan jejaring Dinas Kesehatan.

"Jadi nanti tim assessment itu yang kemudian akan menentukan dalam 1-2 hari ke depan kira-kira tim apa yang harus kami kirimkan lagi," tandas Sutono.

Load More