- Partai Gerindra membantah adanya pembahasan percepatan RUU Pemilu dalam pertemuan sekjen koalisi pemerintah.
- Sugiono memimpin pertemuan para sekjen partai pendukung pemerintah menjelang HUT kemerdekaan di Jakarta.
- Komisi II DPR memastikan RUU Pemilu Prolegnas 2026 berjalan sesuai mekanisme dan melibatkan partisipasi publik.
Suara.com - Partai Gerindra membantah pertemuan para sekretaris jenderal (sekjen) partai politik pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membahas atau mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
Pertemuan tersebut digelar menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan dipimpin Sekjen DPP Partai Gerindra sekaligus Menteri Luar Negeri Sugiono. Sejumlah sekjen partai yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Juru Bicara Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menilai pertemuan antarpartai pendukung pemerintah merupakan hal yang wajar untuk membahas berbagai agenda pemerintahan.
"Jadi kalau diinisiasi oleh Gerindra kan sesuatu yang wajar dan saya pikir kan memang partai koalisi pemerintah kan harus sering ngumpul bersama dalam rangka untuk terus mendukung program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo," kata Bahtra di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Namun, Bahtra menegaskan tidak ada pembahasan spesifik mengenai RUU Pemilu dalam pertemuan tersebut. Menurut dia, pertemuan lebih banyak membicarakan pemerintahan dan kebijakan secara umum.
"Terkait dengan RUU Pemilu, kami sampaikan sekali lagi bahwa di Komisi II kan ditugasi oleh pimpinan DPR RI dan RUU Pemilu juga merupakan Prolegnas di 2026 ini," jelasnya.
Bahtra mengatakan pembahasan RUU Pemilu di Komisi II DPR RI tetap berjalan sesuai mekanisme. Sejumlah pakar dan pegiat kepemiluan telah dilibatkan untuk memberikan masukan.
"Karena kita kan ingin membuat undang-undang yang tentu sesuai dengan harapan dan ekspektasi publik. Maka dari itu yang dibutuhkan adalah bagaimana partisipasi publik ini terus dilibatkan dalam rangka pembuatan undang-undang termasuk RUU Pemilu," ujar Bahtra.
Ia memastikan ruang partisipasi publik akan tetap dibuka selama proses penyusunan regulasi tersebut. Menurutnya, semakin banyak masukan yang dihimpun, semakin matang pula bahan yang dimiliki DPR sebelum masuk ke tahap pembahasan.
Baca Juga: Sudah Akui Terima Duit Tambang, Bebizie Belum Juga Kembalikan Uang ke KPK
"Kami di Komisi II terus akan melakukan menggelar meminta pandangan-pandangan atau pendapat-pendapat dari publik agar pada saatnya nanti kita membahas RUU Pemilu tentu apa namanya bahan-bahan kita kemudian lebih banyak lagi dan Pak Dasco sudah menyampaikan akan segera membahas RUU Pemilu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Bantah Bahas RUU Pemilu! Gerindra Ungkap Isi Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi Pendukung Prabowo
-
Never-Ending Summer: Drama dengan Opening Bergaya Donghua yang Colorful
-
HUAWEI Pura 90s 5G Hadir Usung 200MP Zoom Maxing, AI, & True Color Maxing
-
Mobil Listrik Makin Ramai, Changan Hadirkan Deepal S05 dan Nevo Q05 di Medan
-
Tarif Ojol untuk Antar Barang dan Makanan Bakal Diatur Kemkomdigi, Ini Aturannya
-
Lagu 'Bella Ciao' Bercerita Tentang Apa? Dinyanyikan Massa Demo BEM UI di Bundaran HI
-
Detik-Detik Mobil SPPG Magetan Terguling Usai Hantam Tiang Wi-Fi
-
Skandal Rasisme Media Inggris, Kemarahan Rakyat di Balik Kematian Profesor Cambridge
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Kita Masih Takut Menatap Masa Depan?
-
Sudah Akui Terima Duit Tambang, Bebizie Belum Juga Kembalikan Uang ke KPK