- Kebakaran hutan di Kalimantan Barat memicu kabut asap hingga melumpuhkan aktivitas sekolah di Malaysia.
- Anomali iklim El Niño memicu lonjakan drastis titik panas dan mengancam habitat orangutan Kalimantan.
- Penanganan karhutla dipertanyakan akibat pemangkasan anggaran penanggulangan bencana di tingkat pusat dan daerah.
“Kebakaran tersebut tidak berdampak langsung pada satwa liar karena sebagian besar area yang terbakar adalah lanskap savana taman nasional,” ujar Rudijanta Tjahja Nugraha.
BNPB menyatakan telah mengerahkan 48.000 personel gabungan dan 35 armada udara untuk operasi pengeboman air serta rekayasa cuaca. Namun, sejumlah lembaga masyarakat sipil meragukan kesiapsiagaan pemerintah dalam merespons kecepatan penyebaran api tahun ini.
Kekhawatiran semakin memuncak setelah anggaran penanggulangan bencana BNPB mengalami penurunan drastis menjadi Rp491 miliar pada tahun ini. Pemotongan anggaran tersebut terjadi di tengah pengalihan dana negara untuk program-program prioritas pemerintah pusat.
Menanggapi kekhawatiran publik, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa komitmen negara tidak akan surut dalam menangani kebakaran hutan.
Meski ada jaminan dari pemerintah pusat, alokasi anggaran penanganan karhutla di tingkat daerah seperti Provinsi Riau masih dinilai sangat minim. Lembaga FITRA Riau mencatat anggaran penanganan kebakaran di wilayahnya hanya dialokasikan sebesar Rp3,67 miliar untuk tahun 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'
-
Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim
-
Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi
-
Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya
-
Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan
-
Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI
-
Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU
-
Belum Tetapkan Tersangka di Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik
-
Teriakan Anggota Paskibraka Sayang-sayang Pak Koster Bikin Netizen Geli: Gak Mungkin dari Hati