News / Internasional
Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:19 WIB
Kabut asap Karhutla Kalimantan Barat meluas ke Malaysia hingga memaksa penutupan sekolah di Sarawak. (Mongabay)
Baca 10 detik
  • Kebakaran hutan di Kalimantan Barat memicu kabut asap hingga melumpuhkan aktivitas sekolah di Malaysia.
  • Anomali iklim El Niño memicu lonjakan drastis titik panas dan mengancam habitat orangutan Kalimantan.
  • Penanganan karhutla dipertanyakan akibat pemangkasan anggaran penanggulangan bencana di tingkat pusat dan daerah.

“Kebakaran tersebut tidak berdampak langsung pada satwa liar karena sebagian besar area yang terbakar adalah lanskap savana taman nasional,” ujar Rudijanta Tjahja Nugraha.

BNPB menyatakan telah mengerahkan 48.000 personel gabungan dan 35 armada udara untuk operasi pengeboman air serta rekayasa cuaca. Namun, sejumlah lembaga masyarakat sipil meragukan kesiapsiagaan pemerintah dalam merespons kecepatan penyebaran api tahun ini.

Kekhawatiran semakin memuncak setelah anggaran penanggulangan bencana BNPB mengalami penurunan drastis menjadi Rp491 miliar pada tahun ini. Pemotongan anggaran tersebut terjadi di tengah pengalihan dana negara untuk program-program prioritas pemerintah pusat.

Menanggapi kekhawatiran publik, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa komitmen negara tidak akan surut dalam menangani kebakaran hutan.

Meski ada jaminan dari pemerintah pusat, alokasi anggaran penanganan karhutla di tingkat daerah seperti Provinsi Riau masih dinilai sangat minim. Lembaga FITRA Riau mencatat anggaran penanganan kebakaran di wilayahnya hanya dialokasikan sebesar Rp3,67 miliar untuk tahun 2026.

Load More