-
Tujuh orang tewas dalam kecelakaan helikopter turis di Kabupaten Samburu, Kenya.
-
Korban tewas mencakup Kepala Intelijen Ekuador, perancang busana, eksekutif Telemundo, dan warga AS.
-
Otoritas Penerbangan Sipil Kenya tengah menyelidiki penyebab pasti jatuhnya helikopter Airbus H130 tersebut.
Suara.com - Sebuah helikopter jatuh membawa rombongan turis di Gunung Ololokwe, Kabupaten Samburu, Kenya, dan menewaskan seluruh 7 orang di dalamnya. Korban tewas mencakup 5 warga negara Amerika Serikat serta Kepala Badan Intelijen Ekuador, Michele Sensi-Contugi.
Otoritas Penerbangan Sipil Kenya mengonfirmasi penerbangan rujukan dari cagar alam Loisaba menuju area Sungai Ewaso Ngiro tersebut menggelegar jatuh sekitar pukul 09.13 pagi waktu setempat, Rabu. Tim penyelamat sempat terhambat oleh medan yang sulit serta kobaran api di lokasi bangkai helikopter.
Insiden tragis ini menyisakan duka mendalam bagi pemerintah Ekuador dan industri media Amerika Serikat. Pihak berwenang dari berbagai negara kini mengoordinasikan penanganan jenazah serta memulai investigasi menyeluruh.
Komandan Kepolisian Kabupaten Samburu, David Nkoroi, mengonfirmasi kondisi para penumpang setelah mencapai area kejadian.
“Seluruh tujuh orang di dalam pesawat tewas,” kata David Nkoroi kepada wartawan, dikutip dari CNN Internasional, Kamis (20/8/2026).
Penerbangan charter tersebut diselenggarakan oleh operator Lady Lori Helicopters untuk mengangkut tamu dari agen perjalanan mewah &Beyond. Otoritas penerbangan sipil setempat menyatakan penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Kematian Michele Sensi-Contugi serta istrinya, perancang busana Stephany Hollihan, menjadi pukulan berat bagi Ekuador. Kantor Kepresidenan Ekuador menyampaikan belasungkawa, sementara Kementerian Luar Negeri mengoordinasikan penanganan melalui kedutaan mereka di Afrika Selatan.
“Kematian (Sensi-Contugi) merupakan kerugian besar bagi negara,” kata kementerian tersebut dalam pernyataannya.
Duka serupa dirasakan oleh dunia mode atas meninggalnya Stephany Hollihan selaku pendiri Sensi Studio. Pihak perusahaan memberikan penghormatan terakhir atas dedikasi dan karya sang desainer semasa hidupnya.
Baca Juga: Gerah dengan Turis Eksklusif? Contek Cara Desa Les di Bali Utara Berbaur Tanpa Sekat
“Semangatnya terhadap desain, kerajinan tangan, dan orang-orang di baliknya membentuk merek ini serta kita semua yang mendapat hak istimewa untuk menjadi bagian dari perjalanannya,” kata perusahaan tersebut.
Di antara korban asal Amerika Serikat, teridentifikasi sosok José Suárez yang menjabat sebagai eksekutif di saluran televisi berbahasa Spanyol, Telemundo. Suárez memegang peranan penting sebagai presiden dan general manager untuk beberapa stasiun televisi di bawah naungan jaringan tersebut.
Kedutaan Besar Amerika Serikat langsung mengambil langkah penanganan konsuler setelah menerima kepastian mengenai tewasnya lima warga mereka. Pemerintah AS menyatakan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
“Kedutaan Besar AS berkomunikasi dengan otoritas lokal dan memberikan bantuan konsuler,” kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri.
“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang tercinta atas kehilangan mereka.”
Proses pencarian dan evakuasi di Kabupaten Samburu menghadapi kendala besar akibat topografi wilayah yang terjal. Palang Merah Kenya mengonfirmasi tantangan medan serta adanya kobaran api yang membakar sisa-sisa helikopter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka
-
Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya
-
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik
-
Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan
-
Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra