- Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendorong RUU Pemilu memperkuat keterwakilan politik perempuan sebagai isu kebangsaan.
- Keterwakilan perempuan dalam pemilu saat ini masih dianggap sebagai formalitas administratif tanpa kewenangan kebijakan yang memadai.
- Jumlah pemilih perempuan sangat tinggi, namun jumlah pengambil kebijakan perempuan masih belum mencapai seperempat bagian.
Suara.com - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong Revisi Undang-Undang Pemilu atau RUU Pemilu tidak hanya mengatur keterwakilan perempuan sebagai syarat administratif pencalonan.
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam politik harus ditempatkan sebagai bagian dari isu kebangsaan dan diperkuat melalui regulasi.
“Kita bicara isu perempuan sudah harus sebagai isu kebangsaan, bukan isu sektoral. Perempuan terwakili harus betul-betul isu kebangsaan,” ujar Lestari dikutip, Kamis (20/8/2026).
Lestari juga menilai perempuan tidak boleh sekadar ditempatkan dalam daftar calon legislatif demi memenuhi ketentuan kuota tanpa diberikan ruang yang memadai untuk memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan.
Menurut dia, langkah awal yang harus dilakukan adalah membangun gerakan yang menjadikan keterwakilan perempuan sebagai agenda bersama. Dengan begitu, keterlibatan perempuan dalam politik tidak berhenti pada formalitas pemenuhan persyaratan pemilu.
“Langkah awal betul-betul kita harus menjadikan sebuah gerakan sebagai isu kebangsaan dan isu gerakan, bukan sekadar formalitas pemenuhan administratif saja,” ucapnya.
Pemilih Perempuan Banyak, Pengambil Kebijakan Masih Minim
Lestari turut menyoroti kesenjangan antara jumlah perempuan yang berpartisipasi sebagai pemilih dengan perempuan yang berada di posisi pengambil kebijakan.
“Pemilih di pemilu legislatif lebih banyak perempuan, pengambil kebijakan dan mereka yang memiliki kewenangan nggak sampai seperempat,” ungkapnya.
Baca Juga: 'Tidak Benar!' KPK Bantah OTT Pejabat Pemkab Bogor
Karena itu, ia mendorong perubahan pola pikir di masyarakat melalui pendekatan sosial dan budaya.
Menurutnya, perempuan perlu didorong untuk memahami dan memperjuangkan posisi yang setara dalam ruang publik.
“Kita harus terus-menerus mengajak perempuan kita bagaimana melakukan pendekatan melalui sisi sosial dan budaya, merubah pola pikir menempatkan perempuan di mana,” katanya.
Lestari menilai perubahan tersebut harus dimulai dari keberanian perempuan untuk tidak lagi melihat dirinya sebagai pihak yang berada di belakang dalam kehidupan sosial maupun politik.
Ia pun mendorong adanya terobosan untuk mengubah pola pikir tersebut sekaligus memperkuatnya melalui perangkat hukum.
Menurut Lestari, revisi UU Pemilu harus diarahkan untuk memastikan perempuan benar-benar memiliki ruang, daya tawar, dan kewenangan dalam proses pengambilan kebijakan.
Keterwakilan perempuan, kata dia, tidak seharusnya berhenti sebagai angka dalam daftar calon legislatif, tetapi menjadi bagian dari gerakan kebangsaan.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
RUU Pemilu Harus Perkuat Peran Perempuan!
-
Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali
-
Sangkar Emas dan Romansa Toxic: Membedah Era Revolusioner dalam Drama Blazing Elegance
-
Membaca Yuk Gaul! Jadi Orang Keren Tanpa Kehilangan Arah
-
Waspada 'Silent Killer', Begini Cara OMRON Pastikan Akurasi Cek Tensi Mandiri di Rumah
-
Saat Desain Harus Bisa Dirasakan: Filosofi di Balik Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Watch
-
4 Inspirasi OOTD Cha Woo Min dengan Gaya Casual Streetwear yang Kekinian!
-
Jakarta Kirim Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Dikirim Lewat Udara dan Laut
-
Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kerja Sama Jatim-Singapura di Bidang Investasi dan SDM
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?