Pembangunan Bendungan Mbay/Lambo di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. [Antara]
Baca 10 detik
- Aurel, mahasiswi Kriminologi UI, menyuarakan penolakan warga adat terhadap lokasi PSN Bendungan Mbay Lambo pada Aksi Kamisan ke-921, Kamis (20/8/2026).
- Lokasi proyek di Nusa Tenggara Timur tersebut dikhawatirkan menenggelamkan tiga desa dan menghilangkan sumber mata pencaharian warga setempat.
- Warga penolak proyek menghadapi intimidasi, kriminalisasi, serta pelecehan verbal dari aparat keamanan saat mempertahankan tanah mereka.
Ia turut mengingatkan kondisi masyarakat yang sebelumnya terdampak gempa di wilayah Flores, NTT, yang menurutnya masih kesulitan mendapatkan bantuan.
"Kita lagi-lagi jadi korban, kita lagi-lagi dikorbankan," katanya.
Aurel kemudian menutup orasinya dengan mempertanyakan makna kemerdekaan bagi masyarakat yang masih menghadapi persoalan tersebut.
"Kita merdeka, tapi dari apa, bahwa kita belum merdeka sepenuhnya," pungkasnya.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo
-
Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol
-
Debat Panas Fatimah BEM UI vs Kombes Reynold Elisa, Netizen: Nama Tengahnya Pemberani
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Perempuan Adat Gelar Aksi Tolak PSN Mbay Lambo, Aparat: Wah Saya Lagi Nonton Film Porno
-
Anak Kris Dayanti Terpilih Jadi Paskibra, Netizen Malah Umbar Komentar Jahat Soal Ordal
-
Hanya Melempar Senyum, Wakil Rektor Unsoed Terpantau Jalani Pemeriksaan KPK di Mapolresta Banyumas
-
Karhutla di Pelalawan Capai 300 Hektare, Indragiri Hulu Lebih Luas
-
Tips Masak Nasi Pakai Rice Cooker agar Hasilnya Pulen, Segini Takaran Airnya!
-
Guru Besar UGM Sebut HUT RI Mewah Tapi Keropos: Kemerdekaan Versi Negara Cuma Pesta Pora
-
Dari Posko ke Posko, PNM Terus Bergerak Dampingi Warga Terdampak Gempa NTT
-
Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi