- Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah segera menangani parahnya kebakaran hutan di Kalimantan pada Jumat (21/8/2026).
- Kabut asap lintas batas telah mengganggu aktivitas negara tetangga dan berisiko merusak hubungan diplomatik Indonesia.
- BNPB mencatat ratusan titik panas di Kalimantan yang memicu lonjakan ISPA serta gangguan kesehatan masyarakat.
Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah segera mengambil langkah luar biasa dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang kian parah.
Selain mengancam kesehatan masyarakat, Puan mengingatkan bahwa lambatnya penanganan karhutla berisiko merusak hubungan diplomatik dengan negara-negara sahabat.
Puan menyoroti dampak kabut asap lintas batas yang mulai dirasakan negara tetangga. Ratusan sekolah di Malaysia terpaksa diliburkan dan Singapura telah mengeluarkan peringatan bagi warganya.
Ia menegaskan agar pemerintah tidak mengulangi kesalahan masa lalu terkait protes diplomatik.
“Beberapa kali kita pernah mendapat nota protes dari negara tetangga akibat dampak Karhutla. Jangan menunggu sampai negara sahabat kembali melayangkan keberatannya karena Karhutla tidak cepat diselesaikan,” tegas Puan kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan data terbaru BNPB, titik panas (hotspot) di Kalimantan telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi, yakni 767 titik, disusul Kalimantan Barat dengan 560 titik.
Karhutla ini telah memicu lonjakan kasus ISPA dan menurunkan jarak pandang hingga tersisa 10 meter di beberapa wilayah.
"Lonjakan titik panas Karhutla harus diperlakukan sebagai situasi yang membutuhkan intervensi cepat. Kondisi Karhutla yang semakin parah, terutama di Kalimantan, harus segera diatasi,” ujar Puan.
Cucu Proklamator Bung Karno ini meminta pemerintah segera menetapkan zona operasi prioritas dan menambah dukungan alutsista pemadaman, termasuk memberikan perlindungan maksimal bagi petugas di lapangan.
Baca Juga: Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi
“Termasuk bagi petugas di lapangan agar diberikan perlengkapan yang memadai dan kebutuhan alat pelindung diri serta safety tools seperti baju tahan api, helm khusus, kacamata pelindung, masker respirator, sarung tangan tahan panas, serta sepatu bot lapangan,” paparnya.
Selain aspek pemadaman, Puan menekankan bahwa perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Ia mendorong penyediaan stok masker, layanan kesehatan tambahan untuk kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, hingga penyiapan tempat penampungan darurat.
“Perlindungan terhadap masyarakat harus sama besarnya dengan intervensi pemadaman Karhutla. Pemerintah harus selalu mengecek kualitas udara di setiap daerah terdampak,” jelas Puan.
Terakhir, Puan mendesak adanya penegakan hukum yang tegas terhadap oknum pembakar lahan dan meminta pemerintah daerah menjelaskan penyebab meluasnya kebakaran tersebut.
“Bagaimana pencegahannya, dan seperti apa penanggulangan saat titik api pertama ditemukan. Karena Karhutla sering menjadi besar bukan karena tidak terdeteksi, tetapi karena terdapat jeda antara informasi, keputusan, dan tindakan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi
-
Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat
-
Soal Karhutla, PKB Sentil Menhut: Jangan Cuma 'Cosplay Damkar'
-
Kalimantan Disebut Setengah Neraka, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional Karhutla
-
Asap Karhutla Mengancam, Wakil Ketua Komisi X DPR Usul Sekolah Diliburkan
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Desak Pemerintah Cepat Tangani Karhutla, Puan: Kita Pernah Dapat Nota Protes Dari Negara Tetangga
-
Investor Asing Serok Saham Perbankan, BBRI Paling Banyak
-
Berapa Lama Batas Maksimal Simpan Nasi di Rice Cooker? Awas Jangan Asal Hangatkan!
-
Drakor Our Beloved Summer: Kisah Mantan Kekasih yang Bikin Gagal Move On
-
Restrukturisai WIKA, Dony Oskaria Peringatkan Direksi: Jangan Akal-akalan!
-
Detik-detik Gempa Susulan NTT saat Konpers Wamendikdasmen
-
Tawuran Warga di Manggarai Pecah, 14 Perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Tertahan
-
Intip Rahasia Skin Booster DNA Salmon yang Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Kulit Glowing Tanpa Iritasi
-
Laba BSI Tumbuh 11,8 Persen
-
Modal Kunci Duplikat, Mantan Karyawan Sate Babi Curi 2 Motor Milik Bos di Tambora