- Ormas di Alun-alun Pati menggelar doa bersama pada Jumat malam untuk menjaga kedamaian daerah.
- Massa membacakan komitmen bersama menolak segala bentuk aspirasi provokatif, intimidatif, dan juga anarkistis.
- Kegiatan ditutup dengan imbauan menghindari isu menyesatkan serta pernyataan dukungan kepada aparat penegak hukum.
Kiai Majid menegaskan, perbedaan pendapat adalah hal lumrah dalam berdemokrasi. Tapi perbedaan itu bukan lantas dijadikan pembenar bagi perpecahan.
"Kita harus menjaga demokrasi tetap beradab," tegasnya.
Selain mengajak masyarakat untuk waspada terhadap informasi yang belum terverifikasi atau isu menyesatkan, ormas-ormas di Pati ini juga menyatakan dukungannya kepada aparat penegak hukum.
Mereka berharap petugas bertindak profesional, adil, dan tegas dalam menjaga keamanan serta hak konstitusi warga.
"Kami ingin warga memikirkan pembangunan daerah sendiri serta menjaga perdamaian. Karenanya, jangan mudah terlihat aksi di luar daerah yang justru bisa menimbulkan perpecahan," kata dia.
Setelah seluruh rangkaian doa dan pernyataan sikap selesai, massa membubarkan diri dengan tertib. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan bersama antar anggota ormas di sekitar kawasan Alun-alun Pati.
Berita Terkait
-
KAMMI Minta Aksi AMPB 27 Agustus Ditahan, Khawatir Ditunggangi hingga Picu Kerusuhan
-
KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset
-
Ada Ancaman Sandera Anggota DPR, Mahasiswa Tolak Rencana Demo AMPB 27 Agustus
-
Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif
-
Botok Aktivis Pati Balas Bamus Betawi: Urusan Kami dengan Pejabat Ruwet, Bukan Warga Jakarta
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung