News / Nasional
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:24 WIB
Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yakni Supriyono alias Botok di depan gedung DPR RI, Jumat (21/8/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berencana menggelar unjuk rasa damai di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.
  • Koordinator AMPB Supriyono menegaskan aksi tersebut bertujuan mendesak pejabat negara segera mengesahkan undang-undang perampasan aset demi memberantas korupsi.
  • Tanggapan ini diberikan menanggapi imbauan Ketua Umum Bamus Betawi Eki Pitung agar para pengunjuk rasa menjaga ketertiban umum.

Suara.com - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, memberikan tanggapan terkait imbauan Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi mengenai rencana aksi unjuk rasa warga Pati di Jakarta pada 27 Agustus mendatang.

Botok menegaskan, bahwa kedatangan mereka ke Jakarta bukan untuk bersinggungan dengan masyarakat lokal, melainkan untuk menagih komitmen para penyelenggara negara.

"Jakarta ini kan ibu kota ya, bukan milik suku atau ormas. Dan kita berurusan dengan pejabat-pejabat ruwet ya, bukan dengan sesama masyarakat," ujar Botok saat ditemui di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Pernyataan ini muncul menyusul pesan dari Ketua Umum Bamus Betawi, Eki Pitung, yang sebelumnya meminta agar para pendatang yang beraspirasi di Jakarta menjaga niat baik dan tidak membuat kerusuhan sebagai tamu.

Menanggapi hal tersebut, Botok menjamin bahwa aksi warga Pati akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Tadi sudah saya sampaikan dari awal, kami di sini datang tidak mau membuat kerusuhan ya. Kami datang di sini mengawal aspirasi rakyat Indonesia dengan cara tertib, aman, dan damai," tegasnya.

Lebih lanjut, Botok menjelaskan alasan kuat mengapa warga Pati jauh-jauh datang ke Jakarta untuk menyuarakan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Menurutnya, korupsi adalah akar dari penderitaan masyarakat di daerah yang harus segera diberantas dengan payung hukum yang tegas.

"Ya sangat penting, karena yang merusak bangsa Indonesia ini korupsi ya. Korupsi ini penjajah bangsa Indonesia. Korupsi ini perusak masa depan bangsa ini. Karena korupsi juga rakyat Indonesia ini menderita ya," pungkas Botok.

Baca Juga: 'Kemping Keadilan', Warga Pati Buka Posko dan Dapur Umum di Depan Gedung DPR RI

Rencananya, massa AMPB akan terus bertahan di depan Gedung DPR RI hingga puncak aksi pada 27 Agustus 2026 mendatang untuk mendesak pengesahan regulasi yang dianggap krusial bagi masa depan pemberantasan korupsi di tanah air tersebut.

Sebelumnya, Dewan Adat Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi menanggapi rencana masyarakat Pati yang akan menggelar unjuk rasa di Jakarta pada 27 Agustus mendatang.

Ketua Umum Bamus Betawi, Eki Pitung, mengatakan masyarakat Betawi sangat terbuka terhadap para pendatang yang ingin datang ke Jakarta untuk mencari nafkah.

Namun, sebagai tuan rumah, ia berharap tamu yang datang ke Jakarta memiliki niat baik.

“Kalau datang niatnya mau demo. Menyampaikan aspirasi ada pesan-pesanan yang kurang baik. Menurut kami, ini harus kita sebagai lembaga adat menyikapi. Tolong jaga diri, tahan diri masyarakat Pati,” kata Eki dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Load More