- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berencana menggelar unjuk rasa damai di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.
- Koordinator AMPB Supriyono menegaskan aksi tersebut bertujuan mendesak pejabat negara segera mengesahkan undang-undang perampasan aset demi memberantas korupsi.
- Tanggapan ini diberikan menanggapi imbauan Ketua Umum Bamus Betawi Eki Pitung agar para pengunjuk rasa menjaga ketertiban umum.
Suara.com - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, memberikan tanggapan terkait imbauan Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi mengenai rencana aksi unjuk rasa warga Pati di Jakarta pada 27 Agustus mendatang.
Botok menegaskan, bahwa kedatangan mereka ke Jakarta bukan untuk bersinggungan dengan masyarakat lokal, melainkan untuk menagih komitmen para penyelenggara negara.
"Jakarta ini kan ibu kota ya, bukan milik suku atau ormas. Dan kita berurusan dengan pejabat-pejabat ruwet ya, bukan dengan sesama masyarakat," ujar Botok saat ditemui di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Pernyataan ini muncul menyusul pesan dari Ketua Umum Bamus Betawi, Eki Pitung, yang sebelumnya meminta agar para pendatang yang beraspirasi di Jakarta menjaga niat baik dan tidak membuat kerusuhan sebagai tamu.
Menanggapi hal tersebut, Botok menjamin bahwa aksi warga Pati akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
"Tadi sudah saya sampaikan dari awal, kami di sini datang tidak mau membuat kerusuhan ya. Kami datang di sini mengawal aspirasi rakyat Indonesia dengan cara tertib, aman, dan damai," tegasnya.
Lebih lanjut, Botok menjelaskan alasan kuat mengapa warga Pati jauh-jauh datang ke Jakarta untuk menyuarakan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Menurutnya, korupsi adalah akar dari penderitaan masyarakat di daerah yang harus segera diberantas dengan payung hukum yang tegas.
"Ya sangat penting, karena yang merusak bangsa Indonesia ini korupsi ya. Korupsi ini penjajah bangsa Indonesia. Korupsi ini perusak masa depan bangsa ini. Karena korupsi juga rakyat Indonesia ini menderita ya," pungkas Botok.
Baca Juga: 'Kemping Keadilan', Warga Pati Buka Posko dan Dapur Umum di Depan Gedung DPR RI
Rencananya, massa AMPB akan terus bertahan di depan Gedung DPR RI hingga puncak aksi pada 27 Agustus 2026 mendatang untuk mendesak pengesahan regulasi yang dianggap krusial bagi masa depan pemberantasan korupsi di tanah air tersebut.
Sebelumnya, Dewan Adat Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi menanggapi rencana masyarakat Pati yang akan menggelar unjuk rasa di Jakarta pada 27 Agustus mendatang.
Ketua Umum Bamus Betawi, Eki Pitung, mengatakan masyarakat Betawi sangat terbuka terhadap para pendatang yang ingin datang ke Jakarta untuk mencari nafkah.
Namun, sebagai tuan rumah, ia berharap tamu yang datang ke Jakarta memiliki niat baik.
“Kalau datang niatnya mau demo. Menyampaikan aspirasi ada pesan-pesanan yang kurang baik. Menurut kami, ini harus kita sebagai lembaga adat menyikapi. Tolong jaga diri, tahan diri masyarakat Pati,” kata Eki dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Berita Terkait
-
'Kemping Keadilan', Warga Pati Buka Posko dan Dapur Umum di Depan Gedung DPR RI
-
Warga Pati Mulai Duduki Depan DPR, Siap Menginap hingga Aksi 27 Agustus
-
Tagih RUU Perampasan Aset, Warga Pati ke DPR: Kami Datang Penuhi Undangan Puan!
-
Bamus Betawi Minta Warga Pati Tahan Diri, Tak Perlu Ramai-ramai Demo ke Jakarta
-
Bamus Betawi soal Demo Warga Pati ke Jakarta: Jangan Datang Banyak-banyak
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Botok Aktivis Pati Balas Bamus Betawi: Urusan Kami dengan Pejabat Ruwet, Bukan Warga Jakarta
-
Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq Punya Tanah dan Bangunan Rp2,5 Miliar!
-
Mekaar InspirAksi, Kolaborasi Nasabah dan Karyawan PNM Perluas Dampak Pemberdayaan
-
Sering Dianggap Sama, Ini 5 Perbedaan Freckles Alami vs Sunspots Flek Penuaan
-
Sindir Pramono? Maruarar Tanya Lokasi Rumah Kumuh di Jakarta, Mau Diperbaiki Prabowo
-
Bikin Skill Jadi Cuan: 5 Side Hustle yang Cocok untuk Mahasiswa dan Pekerja Muda
-
KPK Panggil Stafsus Menhut Andi Saiful Haq, Usut Misteri Amplop Bupati Kuansing
-
Serum Dulu atau Moisturizer? Biar Nggak Sia-sia, Ini Urutan Skincare yang Benar!
-
Be Wise: Bagaimana Membaca Menjadi Aplikator Sosial untuk Membaca Karakter Manusia
-
Bayi 3 Bulan Tergolek di ICU RS Kotabumi Usai Disiksa Ayah Kandung: Dipukuli hingga Digigit