- Guru Besar UGM Priyono Suryanto mengkritik pemerintah karena penanganan karhutla masih terlalu mengandalkan respons saat api membesar.
- BNPB mencatat luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia hingga Minggu 22 Agustus 2026 telah mencapai 72.798 hektare.
- Priyono mendorong perubahan paradigma penanganan karhutla dari reaktif menjadi sistem penjagaan lingkungan secara berkelanjutan dan antisipatif.
Ia menyebut setidaknya ada tiga perubahan yang perlu dilakukan negara.
Pertama, mengubah gotong royong saat krisis menjadi ekosistem penjagaan permanen. Kedua, menjadikan pengalaman lapangan sebagai memori strategis nasional. Ketiga, menggeser pola penanganan dari reaktif menjadi antisipatif.
Menurut Priyono, ketangguhan negara dalam menghadapi karhutla tidak seharusnya diukur dari seberapa besar operasi pemadaman yang dapat dikerahkan ketika api sudah membesar.
Bagi Priyono, indikator keberhasilan justru ketika operasi pemadaman berskala besar semakin jarang dibutuhkan karena kawasan hutan dan gambut telah dijaga sebelum api muncul.
"Keberhasilan tertinggi justru tercapai ketika operasi pemadaman besar semakin jarang diperlukan karena bentang alam telah dijaga sebelum api datang," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana