News / Internasional
Senin, 24 Agustus 2026 | 13:19 WIB
kolase foto Rudiansyah yang menjadi superman saat padamkan api karhutla di Palangkaraya
Baca 10 detik
  • Rudiyansah, remaja 17 tahun di Palangkaraya, memadamkan kebakaran lahan gambut dengan kostum Superman.

  • Kebakaran lahan Januari–Juli menghanguskan 200.000 hektar area, melampaui rekor El Nino 2019 dan 2023.

  • Pemerintah menambah pasukan dan pesawat untuk mengatasi kebakaran hutan serta kabut asap yang mencapai Malaysia.

Suara.com - Remaja berusia 17 tahun bernama Rudiyansah menarik perhatian publik setelah memadamkan kebakaran lahan gambut di Palangkaraya dengan mengenakan kostum Superman. Aksi unik pelajar Kalimantan Tengah ini berhasil membuat dunia terpukai. Media asing seperti AFP dan CNA Singapura meliput aksinya itu. Dia berhasil memusatkan perhatian masyarakat pada krisis kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas.

Rudiyansah memanfaatkan waktu luang selepas sekolah untuk bergabung dengan kelompok relawan pemadam kebakaran buatan ayahnya sejak 2023. Namun, baru tahun ini ia memutuskan memakai kostum pahlawan super tersebut saat terjun ke lapangan pemadaman.

Langkah kreatif tersebut membawa nilai baru dalam mengampanyekan bahaya karhutla hingga terekam dalam video viral berpenonton jutaan orang. Menteri Kehutanan bahkan memberikan julukan khusus "pahlawan hutan" kepada remaja pemudi api tersebut.

Sumber: Magnific.com

"Jujur, saya sangat senang karena bisa membantu warga sekitar, meskipun rasanya sangat melelahkan," ujar Rudiyansah saat diwawancarai AFP, Minggu (23/8/2026).

Untuk mencegah pakaian khususnya terbakar, Rudiyansah membasahi kostumnya sebelum masuk ke area kebakaran dan mencucinya setiap malam.

Ayah Rudiyansah, Mulyadi, mengungkapkan bahwa kabut asap tahun ini merupakan kondisi terburuk sejak kelompok relawannya berdiri pada 2020. Kekeringan parah membuat sumur serta sumber air warga mengering, sehingga menjadi kendala utama pemadaman.

"Di rumah, dia seperti anak-anak pada umumnya," kata Mulyadi saat menceritakan putranya yang mengenakan jubah tersebut.

"Tetapi ketika dia melihat saya hendak pergi, dia bertanya, 'Apakah ayah mau memadamkan api? Saya ikut dengan ayah,'" lanjut Mulyadi.

Data pemerintah mencatat kebakaran periode Januari hingga Juli telah menghanguskan lahan seluas lebih dari 200.000 hektar. Luas area terdampak tersebut setara dengan tiga kali lipat luas wilayah Ibu Kota Jakarta.

Baca Juga: Sengaja Dibakar! Ini Daftar Konglomerat RI yang Kuasai Lahan Sawit Kalimantan

Cakupan kerusakan ini tercatat melampaui dampak fenomena El Nino yang terjadi pada periode 2019 dan 2023 lalu.

Pemerintah menambah pengerahan pasukan darat dan armada udara untuk mengendalikan sebaran titik api serta kabut asap. Dampak asap kebakaran lahan di Borneo bahkan dilaporkan telah menyeberang hingga ke wilayah negara tetangga, Malaysia.

Fenomena iklim El Nino memicu kekeringan panjang yang mempertinggi risiko bencana kebakaran hutan di Indonesia. Perubahan iklim akibat aktivitas manusia turut memperparah dampak tersebut melalui pemanasan suhu lautan dan atmosfer.

Rudiyansah yang bercita-cita menjadi polisi hutan memberikan pesan penyemangat bagi seluruh petugas pemadam di tanah air.

"Untuk para relawan dan pemadam kebakaran di seluruh Indonesia, tetap semangat dalam melawan kobaran api," tutur Rudiyansah.

Kebakaran hutan di Pulau Borneo memicu kabut asap tebal yang menyelimuti area perbatasan Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Kondisi lahan gambut yang kering membuat pemadaman membutuhkan kerja ekstra dari tim gabungan dan relawan lokal.

Load More