- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah wacana tarif parkir kendaraan hingga Rp60.000 per jam di Jakarta.
- Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menetapkan keputusan resmi terkait kenaikan tarif parkir di ibu kota.
- Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta menolak usulan tarif parkir tersebut karena dinilai sangat memberatkan masyarakat.
Suara.com - Kabar mengenai wacana tarif parkir kendaraan hingga Rp60.000 per jam di Jakarta mendadak menjadi sorotan warganet.
Isu tersebut merebak seiring pembahasan revisi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung buka suara dan membantah angka tersebut berasal dari pemerintah provinsi.
"Itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta," ujarnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).
Pramono bahkan mengaku dirinya sendiri tidak mengetahui asal-usul angka yang telanjur viral di masyarakat itu.
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi apa pun soal kenaikan tarif parkir di ibu kota.
"Pemerintah DKI Jakarta tentunya dalam memutuskan pasti mempertimbangkan banyak hal, termasuk berapa yang harga yang wajar," kata eks Sekretaris Kabinet itu.
Di akhir keterangannya, Pramono meminta masyarakat untuk tidak resah dengan isu yang beredar tentang kenaikan tarif parkir.
"Jauh dari itulah, supaya tidak ada kekhawatiran," ucap sang politisi senior.
Baca Juga: Pramono Anung Sebut Sekolah di Luar Negeri Bisa Ubah Nasib Keluarga Kurang Beruntung
Sebagai informasi, wacana kenaikan tarif parkir ini sebelumnya juga mendapat penolakan dari Panitia Khusus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta.
Sekalipun tarif tertinggi direncanakan menyasar kawasan dengan nilai ekonomi tinggi atau pusat perkantoran elite, seperti SCBD, Senopati, Kemang, Menteng, PIK, Gunawarman, dan Pondok Indah, usulan tarif hingga Rp60.000 per jam tetap dinilai terlalu memberatkan masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Kaji Usulan Penghapusan Jalur Sepeda di Jakarta
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan
-
Pramono Anung Sebut Sekolah di Luar Negeri Bisa Ubah Nasib Keluarga Kurang Beruntung
-
Jurus Jangka Panjang Pramono Anung Atasi Tawuran: Alihkan Energi Anak Muda ke Olahraga
-
Sudah Disambut Baik, Pramono Anung Izinkan Warga Pati Demo di Jakarta: Itu Dijamin Demokrasi!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Pramono Anung Buka Suara Soal Tarif Parkir Rp60 Ribu/Jam di Jakarta
-
Gelombang Laut Selatan DIY Bisa Capai 4 Meter, Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada
-
3 Rice Cooker Murah nan Imut yang Wajib Dimiliki Anak Kos, Daya Cuma 200 Watt!
-
Dari Lasagna Kimpul hingga Cheesecake Ubi: Modernisasi Pangan Lokal Agar Tak Sekadar Alternatif
-
9 Rekomendasi Smart Rice Cooker Terbaik untuk Masakan Nasi Lebih Pulen
-
Cegah Rusak! Ini 5 Masker Rambut Smoothing agar Tetap Lembut dan Berkilau
-
Bersaksi di Sidang Febrie, Eks Ketua PPATK Sebut Usut TPPU Tak Perlu Tunggu Putusan Inkracht
-
Tim Febrie Adriansyah Klaim Temukan 30 Pelanggaran Hukum Acara dalam Praperadilan
-
Vivo X500 Resmi Meluncur September, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps
-
'Superman' Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan Mendunia