- Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa seluruh kebakaran hutan di Riau disebabkan ulah manusia.
- Kepolisian mencatat 33 laporan polisi serta 36 tersangka dengan luas lahan terbakar mencapai 806,57 hektar sepanjang tahun 2026.
- Presiden Prabowo meminta agar para tersangka karhutla segera dikirim ke Jakarta untuk didalami bersama Badan Intelijen Negara.
Suara.com - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengungkapkan penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah akibat ulah manusia. Ia membandingkan dengan data zero karhutla saat pandemi Covid-19 melanda tanah air.
Hal itu disampaikan Herry saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Posko Aju Provinsi Riau, Kota Pekanbaru.
"Untuk upaya pencegahan sekaligus memutus mata rantai Karhutla yang disebabkan, semuanya disebabkan oleh manusia Bapak. Setelah kita melihat data di 2021-2022 pada saat COVID itu zero karhutla, Bapak. Jadi semua saat ini yang dilakukan karhutla semuanya dari manusia baik yang disengaja maupun tidak disengaja," kata Herry, Senin (24/8/2026).
Sebagai bukti karhutla merupakan ulah manusia, kepolisian telah melakukan penindakan hukum dengan mengungkap sejumlah kasus dan menetapkan tersangka dari tahun ke tahun.
Herry berujar kepolisian kini melakukan pendekatan multi door approach. Hasilnya pada 2025, ada 94 kasus atau laporan polisi dengan penetapan 106 tersangka.
Sementara untuk 2026, total dari Januari sampai saat ini, ada 33 laporan polisi dan 36 tersangka dengan luas hutan yang terbakar sekitar 806,57 hektar.
"Kami membuat suatu pendekatan baru, kami membuat 513 plang peringatan penegakan hukum Karhutla agar tidak terulang kembali. Ini terjadi di tahun lalu Bapak, di 2025 di Kabupaten Rokan Hilir. Dan alhamdulillah sekarang setelah kita melaksanakan pemasangan plang—plang seumur hidup Bapak—jadi bekas kebakaran tidak boleh ada lagi yang melakukan penanaman," tutur Herry.
Herry lantas mengungkapkan modus korporasi besar untuk membakar hutan. Perusahaan menggunakan masyarakat kecil sebagai eksekutor di lapangan.
"Karena ini biasa digunakan modus, modus oleh perusahaan besar, menggunakan petani atau masyarakat kecil, pura-pura memancing di situ kemudian melakukan pembakaran," kata Herry.
Baca Juga: Sengaja Dibakar! Ini Daftar Konglomerat RI yang Kuasai Lahan Sawit Kalimantan
Mendengar laporan Herry, Prabowo lantas bertanya perihal indikasi keterlibatan korporasi untuk memberi perintah masyarakat membakar hutan untuk membuka lahan.
"Maaf Kapolda, ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?" tanya Prabowo.
"Sampai saat ini belum ada Bapak. Tapi beberapa tersangka yang 2025 setelah kita lakukan investigasi, ada yang tidak... ada yang yang tidak mempunyai kebun di situ. Ada... ada dua atau tiga orang. Tetapi dia ada di situ padahal alasan dia hanyalah untuk memancing padahal tidak ada lokasi memancing di situ," tutur Herry.
Prabowo bertanya sembari menegaskan terkait posisi tiga orang tersebut yang diketahui tidak memiliki ladang, tetapi berada di lokasi dan menjadi tersangka.
"Ada tiga orang pada tahun lalu Bapak," kata Herry.
Prabowo lantas meminta para tersangka diboyong ke Jakarta untuk investigasi lebih lanjut.
"Tolong dibawa ke Jakarta ya. Ya? Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri ya. Kita... kita dalami di sini," kata Prabowo.
"Nanti pendalamannya saya juga minta BIN ikut ya," tegas Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Bukan Blokir! Transaksi Rekening AMPB Ditunda 5 Hari, Polisi Bakal Periksa Botok
-
Tak Lagi Atur Mesin Cuci Manual, Teknologi AI Kini Bisa Pilihkan Mode Cucian
-
5 Rekomendasi Cushion Mengandung Ceramide untuk Merawat Skin Barrier sesuai Review
-
IESR Ingatkan Pengurangan Subsidi BBM Tak Cukup dengan Kendaraan Listrik: Mengapa?
-
Manga Boruto Hiatus 1 Bulan, Chapter 37 Kembali pada September 2026
-
Hati-Hati, Rusaknya Rumah Satwa Endemik Bisa Jadi Awal Runtuhnya Ekosistem Hutan
-
4 Rekomendasi Sepatu Gym untuk Angkat Beban Terbaik, Dijamin Squat dan Deadlift Makin Stabil
-
HP Makin Awet, Mengapa Sebagian Orang Masih Tak Bisa Lepas dari Power Bank?
-
Kapolda Riau Ungkap Modus Karhutla: Warga Disuruh Pura-Pura Mancing
-
Ini Alasan Bundaran HI Kini Dilarang Jadi Tempat Aksi Unjuk Rasa