Air Laut di Bumi Semakin Panas karena El Nino, Bagaimana Bisa?

Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:56 WIB
Ilustrasi laut biru dengan burung camar terbang (Freepik/freepik)
  • Suhu permukaan laut global mencetak rekor terpanas baru mencapai 21,1 derajat Celsius.

  • Anomali panas terjadi pada Agustus akibat penggabungan fenomena El Nino dan krisis iklim.

  • Lonjakan suhu lautan mengancam ekosistem laut, ketahanan pangan, serta memicu cuaca ekstrem global.

"Samudra yang sepanas ini mengganggu stabilitas pola cuaca dan mengancam ketahanan pangan, kesejahteraan ekonomi, serta kehidupan laut," kata Lubchenco kepada AP.

"Samudra yang lebih hangat bukanlah sahabat kita."

Suhu permukaan laut global mengalami kenaikan secara konsisten akibat peningkatan konsentrasi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil sejak era industri. Lautan berperan menyerap mayoritas kelebihan panas di sistem iklim bumi.

Kondisi tersebut diperburuk oleh kemunculan El Nino, yaitu fenomena pemanasan suhu permukaan air laut berkala di Samudra Pasifik tengah dan timur. Interaksi antara pemanasan global jangka panjang dan El Nino ini menciptakan rekor panas baru yang mengancam kehidupan pesisir dan stabilitas iklim dunia.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com