- Kepala Distamhut DKI Jakarta Fajar Sauri menyatakan bunga tabebuya bermekaran serentak di Jakarta pada Agustus 2026.
- Cuaca panas dan kering memicu stres air yang merangsang pembentukan kuncup bunga tabebuya asal Brasil tersebut.
- Pemerintah melakukan perawatan intensif agar bunga yang mekar di Sudirman-Thamrin dan JIS ini mengurangi polusi udara.
Suara.com - Fenomena bermekarnya bunga tabebuya di berbagai sudut jalanan Jakarta mengundang decak kagum warga sejak beberapa hari lalu.
Keindahan bunga yang menyerupai sakura ini justru muncul saat cuaca ibu kota sedang panas dan kering.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta Fajar Sauri memberikan penjelasan ilmiah mengenai siklus unik tanaman tersebut.
Menurutnya, pohon asal Brasil ini memerlukan kondisi lingkungan tertentu agar kuncup bunganya bisa menyembul secara serentak.
"Pohon ini membutuhkan pemicu berupa stres air (water stress) di cuaca panas dan kering agar merangsang pembentukan kuncup bunga secara serentak," ujar Fajar dalam keterangan resmi, Selasa (25/8/2026).
Masa keemasan bunga ini biasanya terjadi secara rutin setiap tahun pada puncak musim kemarau, tepatnya antara Agustus hingga Oktober.
Namun, warga harus bergegas untuk menikmati pemandangan estetis ini karena durasi mekarnya tidak bertahan lama.
"Masa mekar puncaknya relatif singkat, berkisar antara 1 hingga 2 minggu sebelum gugur," tambah Fajar.
Saat ini, hamparan bunga dengan nuansa merah muda dan putih tersebut paling mencolok terlihat di koridor Sudirman-Thamrin hingga kawasan Jakarta International Stadium (JIS).
Baca Juga: Hujan Buatan Tak Selalu Berhasil, Pramono Minta Warga dan Industri Kurangi Pembakaran
Meskipun membutuhkan kondisi kering untuk merangsang bunga, pemerintah tetap memastikan kesehatan ribuan pohon tersebut terjaga.
Pemprov DKI Jakarta melakukan langkah perawatan intensif, seperti pemangkasan dahan mati serta pemberian pupuk organik dan NPK menjelang masa berbunga.
Kehadiran ribuan pohon tabebuya ini diharapkan tidak hanya mempercantik lanskap kota, tetapi juga mendukung mitigasi polusi udara di Jakarta.
Berita Terkait
-
Hujan Buatan Tak Selalu Berhasil, Pramono Minta Warga dan Industri Kurangi Pembakaran
-
Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Jakarta Diguyur Hujan Lagi Hari Ini, Pramono Sebut Hasil Modifikasi Cuaca
-
Musim Kemarau dan Polusi Udara Tingkatkan Risiko ISPA, Ini Saran Dokter
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Bitcoin cs Anjlok, Indeks CFX10 Loyo Hari ini
-
Samai Rekor Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes Jadi Pemain Terbaik PFA 2025/2026
-
Review Under the Stars of Paris: Saat Kemiskinan Dijadikan Mesin Air Mata
-
Rumah di Pondok Labu Terbakar! Petugas Masih Data Korban Jiwa dan Cari Pemicu Munculnya Api
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini ke Level 6.400
-
Bukan Sekadar Layar Besar, Begini Cara Galaxy Z Fold8 Ultra Jadi Ruang Kerja dalam Satu Perangkat
-
3 Doa Setelah Salat Dhuha Lengkap dengan Artinya, Pembuka Pintu Rezeki
-
Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
-
Warna Outfit Pembawa Hoki Berdasarkan Shio, Bikin Penampilan Makin Percaya Diri
-
Wajah Baru Stasiun Malang 2026: Tak Lagi Sekadar Transit, Bakal Jadi Surga UMKM