News / Nasional
Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:41 WIB
Foto udara posko pengungsian korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 15 Agustus 2026.
  • BNPB menyatakan korban meninggal dunia bertambah menjadi 103 orang yang tersebar di tujuh kabupaten.
  • Jumlah warga yang mengalami luka-luka akibat bencana gempa bumi tersebut turut meningkat menjadi 1.666 orang.

Suara.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 bertambah menjadi 103 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan terdapat tambahan tiga korban meninggal dibandingkan data sehari sebelumnya.

"Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami," kata Berton dalam konferensi pers terkait penanganan gempa NTT yang diikuti secara daring dari Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Sebelumnya, hingga Senin (24/8), BNPB mencatat 100 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Berdasarkan pemutakhiran terbaru, korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten.

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 41 orang. Selanjutnya Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka enam orang, Ngada lima orang, Ende tiga orang, dan Manggarai Barat satu orang.

Berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal terdiri atas 55 persen perempuan dan 45 persen laki-laki. Sementara berdasarkan kelompok usia, 45 persen korban merupakan lansia, 37 persen dewasa, dan 12 persen anak-anak serta remaja. Sisanya merupakan balita dan batita.

Sejumlah pasien terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026), setelah daerah itu dilanda gempa dahsyat. [ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz]

Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka juga bertambah. BNPB mencatat sebanyak 1.666 orang mengalami luka hingga Selasa (25/8), meningkat dari 1.603 orang pada hari sebelumnya.

Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak. Sebanyak 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan di wilayah tersebut.

Berton mengatakan data korban masih terus diperbarui seiring masuknya laporan dari sejumlah wilayah terdampak.

Baca Juga: Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 103 Orang, Mayoritas Lansia dan Perempuan

BNPB juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, kerabat, tetangga, dan masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA.

Load More