- DPRD DKI Jakarta melaporkan penahanan ijazah siswa swasta dan mendesak percepatan program penebusan ijazah bagi warga tidak mampu pada Rabu (26/8/2026).
- Dinas Pendidikan diminta mengevaluasi sistem Penerimaan Peserta Didik Baru zonasi karena banyak anak gagal masuk sekolah negeri.
- Dewan memperjuangkan penambahan kuota Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul untuk membantu mahasiswa dari keluarga tidak mampu melanjutkan pendidikan perguruan tinggi.
Suara.com - Persoalan pendidikan menjadi salah satu sorotan utama dalam penyampaian laporan hasil reses ke-III DPRD Provinsi DKI Jakarta dalam rapat paripurna hari ini, Rabu (26/8/2026).
Dewan menyoroti banyaknya laporan mengenai ijazah siswa sekolah swasta yang masih tertahan karena masalah biaya administrasi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta didesak untuk segera memasifkan kembali program bantuan penebusan ijazah atau pemutihan bagi warga tidak mampu.
"Masih terdapat ratusan warga dari 5 kota administrasi di Jakarta yang menyampaikan permohonan bantuan penebusan ijazah," tegas Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Syahroni dalam pembacaan laporan reses.
Selain masalah ijazah, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB berbasis zonasi juga mendapat rapor merah dari masyarakat.
Banyak orang tua murid yang mengeluhkan bahwa anak-anak mereka gagal masuk sekolah negeri karena aturan jarak yang dianggap tidak adil.
Dewan secara tegas meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tersebut agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah.
"Masih banyak warga yang mengeluh bahwa anak mereka kesulitan mendapatkan sekolah imbas kebijakan zonasi sekolah," lanjut Syahroni, membacakan laporan hasil reses.
Tidak hanya sekolah dasar dan menengah, dewan juga memperjuangkan penambahan kuota beasiswa untuk mahasiswa.
Baca Juga: Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?
Penambahan kuota Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul atau KJMU diharapkan dapat membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu melanjutkan kuliah.
Semua usulan ini merupakan hasil serapan aspirasi dari 21.115 masukan yang dihimpun para anggota dewan di seluruh wilayah Jakarta.
Laporan ini menjadi mandat bagi pemerintah daerah untuk memastikan hak atas pendidikan setiap warga Jakarta terpenuhi tanpa terkecuali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
Terkini
-
Gaji 31 Ribu Karyawan Terancam, DPR Desak Piutang PT Pos Rp158 Miliar Segera Cair
-
Budi Arie Minta Maaf Usai Pancing Polemik Pemilu Dipercepat: Murni Analisa Pribadi Saya
-
Ijazah Tertahan, Zonasi Dikeluhkan: DPRD DKI Desak Evaluasi Total PPDB
-
Mitos dan Fakta Rice Cooker Low Carbo untuk Diet dan Penderita Diabetes
-
Hasil Patungan Personel Polres Bogor, Bantuan Rp100 Juta Tiba di Manggarai Timur NTT
-
Akting Zendaya di Euphoria Season 1 Dipuji Habis-Habisan, Layak Ditonton?
-
Budi Arie Minta Maaf Soal Isu Pemilu Dipercepat, Klaim Tak Ada Kaitan dengan Jokowi
-
How to Master Your Habits: Bukan Malas, Mungkin Kebiasaan Kita yang Salah!
-
Klaim Diskon Mainan Anak hingga 90 Persen dari BRI, Cuma 6 Hari!
-
Unri Tetapkan Kuliah Online Imbas Kabut Asap Karhutla di Pekanbaru