- Peneliti Flinders University menemukan lukisan batu kuno di Arnhem Land yang menggambarkan kapal tempur Maluku.
- Detail lukisan menunjukkan masyarakat Aborigin di Australia utara sempat mengamati atau menaiki kapal pelaut Maluku tersebut.
- Catatan sejarah abad ke-17 mendukung adanya kontak laut antara masyarakat Aborigin dan pelaut Maluku sebelum era kolonial.
Penggambaran bentuk kapal, dayung, panji dan ornamen haluan menunjukkan bahwa seniman Aborigin kemungkinan memiliki kesempatan mengamati kapal tersebut dalam waktu cukup lama.
Hal ini berbeda dengan kemungkinan seseorang hanya melihat kapal dari kejauhan dalam waktu singkat.
Para peneliti bahkan membuka kemungkinan masyarakat Aborigin pernah berada di atas kapal atau melakukan perjalanan ke wilayah asal kapal tersebut.
Arkeolog Sue O'Connor mengusulkan kemungkinan bahwa sebagian masyarakat Aborigin dari Arnhem Land pernah mengunjungi Kepulauan Maluku.
Jika benar, lukisan tersebut bisa menjadi catatan visual mengenai perjalanan dan interaksi lintas wilayah yang telah berlangsung sejak masa lampau.
Jejak Kontak Indonesia-Australia
Kemungkinan hubungan tersebut juga mendapat dukungan dari catatan sejarah.
Laporan kolonial Belanda dari abad ke-17 menyebut kelompok pelaut dari Maluku secara rutin berlayar menuju Australia.
Catatan tersebut selaras dengan temuan lukisan batu di Arnhem Land.
Keduanya memberikan petunjuk bahwa kontak antara masyarakat Aborigin dan pelaut dari kepulauan Indonesia mungkin telah berlangsung sebelum periode kolonial Eropa.
Temuan ini sekaligus menantang pandangan lama bahwa Australia sepenuhnya terisolasi dari dunia luar selama puluhan ribu tahun.
Sebaliknya, bukti tersebut menunjukkan adanya hubungan dengan wilayah Asia Tenggara melalui perjalanan laut, meski sifat dan frekuensinya masih perlu diteliti lebih lanjut.
Mengungkap Sejarah yang Hilang
Profesor Paul Tacon, yang terlibat dalam proyek terkait, menekankan pentingnya mempelajari bagaimana masyarakat adat Australia merekam pertemuan mereka dengan pelancong dari wilayah lain.
Lukisan kapal yang sangat detail memberikan gambaran mengenai cara masyarakat Aborigin mendokumentasikan kehadiran orang-orang dari negeri yang jauh.
Karena itu, karya seni tersebut bukan hanya peninggalan visual, tetapi juga berpotensi menjadi sumber sejarah mengenai hubungan lintas kawasan.
Para peneliti kini mendorong kajian lebih lanjut terhadap lukisan-lukisan perahu lain di Arnhem Land.
Penggalian arkeologis di lokasi terkait juga diharapkan dapat menemukan bukti tambahan mengenai hubungan awal antara Australia dan Asia Tenggara.