- Polisi memeriksa peserta aksi secara acak dan merekayasa lalu lintas menuju DPR.
- Polda Metro Jaya menangkap 65 orang serta menyita senjata tajam dan bahan pembuat bom molotov.
- Kepolisian menyatakan situasi Jakarta aman dan terkendali hingga pukul sepuluh lewat tiga puluh delapan waktu Indonesia bagian barat.
Suara.com - Polisi melakukan pemeriksaan secara acak terhadap peserta aksi yang menuju kawasan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah masuknya barang-barang berbahaya.
Pantauan di lokasi petugas keamanan terlihat melakukan penjagaan dan pemeriksaan terhadap sejumlah peserta aksi yang melintas menuju DPR.
Pemeriksaan dilakukan secara acak untuk memastikan peserta aksi tidak membawa benda-benda yang berpotensi membahayakan serta menjaga agar kegiatan penyampaian pendapat berlangsung tertib dan aman.
Selain melakukan pemeriksaan, polisi juga menutup sejumlah akses jalan menuju kawasan parlemen.
Arus kendaraan yang hendak menuju kawasan tersebut dialihkan melalui Jalan Gerbang Pemuda.
Layanan transportasi umum TransJakarta juga mengalami penyesuaian.
Bus TransJakarta tidak melayani naik dan turun penumpang di Halte Gerbang Pemuda dan Halte Petamburan.
Layanan dari arah tertentu hanya sampai Halte Semanggi dan perjalanan kemudian dilanjutkan dari Halte Kemanggisan.
Sementara itu, akses keluar Tol Senayan juga ditutup untuk kendaraan yang hendak menuju kawasan parlemen.
Baca Juga: Kelompok Anarko Coba Tunggangi Demo DPR, Manfaatkan Isu RUU Perampasan Aset
Di tengah pengamanan dan rekayasa lalu lintas tersebut, massa terus berdatangan dan berkumpul di depan gerbang Gedung DPR.
Tangkap 65 Orang
Polda Metro Jaya sebelumnya mennagkap 65 orang jelang aksi demo di DPR. Polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti di antaranya; senjata tajam, airsoft gun, obat-obatan, perangkat komunikasi, serta bahan yang diduga dipersiapkan untuk membuat bom molotov.
Barang yang diamankan juga mencakup tujuh jeriken berisi bensin dan 201 botol kaca beserta sumbu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya preventive strike dan preventive education.
Polisi masih mendalami apakah 65 orang yang diamankan memiliki keterkaitan dengan massa yang menyampaikan aspirasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
-
Bawa Tuntutan Hukum Mati Koruptor, Botok Cs Diterima Masuk ke Rapat Paripurna DPR
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
Terkini
-
Antisipasi Sajam dan Molotov! Polisi Periksa Acak Massa Demo DPR
-
Jejak Perjalanan MAXI Toer Boemi Nusantara Melintasi Enam Pulau Besar Indonesia Resmi Berakhir
-
Hampir Tiap Pekan Ada Laporan, ODGJ Mulai Kepung Ruang Publik Cimahi?
-
Muktamar NU Memanas! Isu Menag Nasaruddin Umar Mundur Demi Kursi Ketum PBNU Bikin Geger
-
Huawei Mate XT 2 Resmi Rilis 7 September: Desain U-Shape dan Kirin 9050 Pro
-
Gunung Semeru Membara: Nasib 170 Pendaki di Ranu Kumbolo Akhirnya Terjawab
-
Dosen UGM Sebut Sistem Desil Bansos Hanya Alibi Pemerintah Kurangi Bantuan Akibat Defisit Fiskal
-
Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
-
55 Warga Malaysia Hilang Kontak di Tengah Banjir Bandang Nepal
-
Nike Pegasus Vs Adidas Ultraboost, Mana yang Lebih Mantap untuk Lari?