News / Metropolitan
Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:31 WIB
Sejumlah petugas keamanan melakukan pemeriksaan secara acak terhadap peserta unjuk rasa yang hendak menuju ke kawasan parlemen MPR/DPR di Jakarta, Kamis (27/8/2026). (ANTARA/Adimas Raditya).
Baca 10 detik
  • Polisi memeriksa peserta aksi secara acak dan merekayasa lalu lintas menuju DPR.
  • Polda Metro Jaya menangkap 65 orang serta menyita senjata tajam dan bahan pembuat bom molotov.
  • Kepolisian menyatakan situasi Jakarta aman dan terkendali hingga pukul sepuluh lewat tiga puluh delapan waktu Indonesia bagian barat.

Suara.com - Polisi melakukan pemeriksaan secara acak terhadap peserta aksi yang menuju kawasan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah masuknya barang-barang berbahaya.

Pantauan di lokasi petugas keamanan terlihat melakukan penjagaan dan pemeriksaan terhadap sejumlah peserta aksi yang melintas menuju DPR.

Pemeriksaan dilakukan secara acak untuk memastikan peserta aksi tidak membawa benda-benda yang berpotensi membahayakan serta menjaga agar kegiatan penyampaian pendapat berlangsung tertib dan aman.

Selain melakukan pemeriksaan, polisi juga menutup sejumlah akses jalan menuju kawasan parlemen.

Arus kendaraan yang hendak menuju kawasan tersebut dialihkan melalui Jalan Gerbang Pemuda.

Layanan transportasi umum TransJakarta juga mengalami penyesuaian.

Bus TransJakarta tidak melayani naik dan turun penumpang di Halte Gerbang Pemuda dan Halte Petamburan.

Layanan dari arah tertentu hanya sampai Halte Semanggi dan perjalanan kemudian dilanjutkan dari Halte Kemanggisan.

Sementara itu, akses keluar Tol Senayan juga ditutup untuk kendaraan yang hendak menuju kawasan parlemen.

Baca Juga: Kelompok Anarko Coba Tunggangi Demo DPR, Manfaatkan Isu RUU Perampasan Aset

Di tengah pengamanan dan rekayasa lalu lintas tersebut, massa terus berdatangan dan berkumpul di depan gerbang Gedung DPR.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto bersama Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.

Tangkap 65 Orang

Polda Metro Jaya sebelumnya mennagkap 65 orang jelang aksi demo di DPR. Polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti di antaranya; senjata tajam, airsoft gun, obat-obatan, perangkat komunikasi, serta bahan yang diduga dipersiapkan untuk membuat bom molotov.

Barang yang diamankan juga mencakup tujuh jeriken berisi bensin dan 201 botol kaca beserta sumbu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya preventive strike dan preventive education.

Polisi masih mendalami apakah 65 orang yang diamankan memiliki keterkaitan dengan massa yang menyampaikan aspirasi.

Load More