Bambang Kurniawan Tewas Dikeroyok Kelompok Tak Dikenal di Pejompongan, Sempat Diseret ke Jalan Raya

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:03 WIB
Ilustrasi Jenazah. [suara.com/Yunita Susan]
  • Bambang Kurniawan tewas dikeroyok kelompok tak dikenal di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).
  • Korban dianiaya menggunakan bambu dan diseret di jalan raya sebelum meninggal dunia di Rumah Sakit Polri.
  • Peristiwa itu terjadi saat massa aksi merusak fasilitas umum setelah dipukul mundur polisi hingga dini hari.

Suara.com - Bambang Kurniawan (60) dilaporkan tewas usai menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok tidak dikenal di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat.

Berdasarkan kesaksian warga sekitar, Bambang dikeroyok saat sedang duduk di dalam gang rumahnya. Tiba-tiba Bambang langsung digiring ke jalan raya.

“Lagi di gang, lagi duduk, orang pada datang ke dalam, ya kan. Dia enggak tahu apa-apa, langsung dia dibawa,” kata Yoga, di Pejompongan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Kelompok tidak dikenal itu kemudian memukuli korban hingga akhirnya dalam kondisi kritis. Bambang menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Polri.

“Di Rumah Sakit Polri,” katanya.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Bambang dipukuli oleh sejumlah orang tidak dikenal di wilayah Pejompongan.

Saat itu, kelompok tersebut memukuli korban menggunakan bambu. Bahkan Bambang sempat diseret di jalan raya.

Seperti diberitakan, aksi demonstrasi terjadi di depan Gedung DPR RI, pada Kamis (27/8/2026) kemarin.

Para mahasiswa yang melakukan orasi depan gedung parlemen tersebut sudah bubar sejak pukul 18.00 WIB. Mahasiswa membubarkan diri ke arah Senayan.

Sementara, massa lainnya masih berkumpul di depan gedung wakil rakyat. Pihak kepolisian, kemudian melakukan pukul mundur terhadap massa yang masih bertahan.

Petugas yang dari arah Semanggi memukul mundur massa ke arah Slipi. Hingga Jumat dini hari, massa masih berkumpul di sekitaran wilayah Slipi dan Pejompongan.

Massa kemudian bertindak anarkis dengan cara merusak hingga membakar pos polisi yang ada di lokasi.

Massa juga merusak kamera CCTV yang berada di sekitar lokasi. Dikabarkan, hingga pukul 6 pagi tadi sebagian massa masih ada yang bertahan di sekitar wilayah Pejompongan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com