- Paguyuban Pasar Sunter Podomoro berunjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026.
- Pedagang menolak revitalisasi Pasar Jaya karena biaya penebusan tempat dan penetapan utang sepihak yang sangat tinggi.
- Massa meminta Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno mengevaluasi direksi Perumda Pasar Jaya.
Suara.com - Puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pasar Sunter Podomoro menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8/2026).
Massa aksi datang untuk menyampaikan keresahan serta tuntutan mereka terkait rencana revitalisasi Pasar Jaya Sunter Podomoro yang dinilai memberatkan.
Para pedagang keberatan dengan biaya penebusan tempat berjualan yang dipatok dengan harga sangat tinggi oleh pihak pengelola.
"Revitalisasi di Pasar Jaya Sunter Podomoro mewajibkan pedagang membayar Rp39 juta per meter persegi untuk los atas, Rp49 juta per meter persegi untuk kios lantai bawah. Itu sangat tidak masuk akal," ujar perwakilan Paguyuban Pasar Sunter Podomoro, Sutanto.
Selain harga yang tinggi, para pedagang juga menolak keras rencana tersebut karena adanya dugaan praktik intimidasi dalam prosesnya.
Pasar Jaya selaku pengelola dituding menetapkan utang pembayaran hak pakai secara sepihak kepada pedagang sejak tahun 2012 tanpa sosialisasi yang jelas.
"Kami tidak merasa berutang, karena kami tidak pernah disosialisasikan ataupun menandatangani surat perjanjian sewa menyewa," tegas Sutanto.
Kondisi ekonomi yang sedang sulit membuat para pedagang mengaku tidak sanggup membayar biaya revitalisasi yang mencapai ratusan juta rupiah.
Pedagang khawatir, kebijakan ini hanyalah upaya terselubung untuk mengusir para penyewa lama yang sudah belasan tahun berjualan di sana.
"Pedagang bukan objek sapi perah Direksi PD Pasar Jaya. Suara pedagang harus didengarkan. Revitalisasi hanya topeng mengusir pedagang lama," ucap Sutanto.
Massa meminta Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno untuk turun tangan melindungi nasib para pedagang kecil.
Mereka mendesak pimpinan daerah untuk mengevaluasi kinerja jajaran direksi Perumda Pasar Jaya dan manajer area yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
"Kami datang ke Balai Kota ini meminta perlindungan Bang Pram dan Bang Doel untuk turun tangan menyelesaikan aspirasi para pedagang Pasar Jaya Sunter Podomoro," kata Sutanto.
Pedagang berharap, Pemprov DKI Jakarta lebih mengutamakan transparansi dan dialog daripada melakukan pemaksaan sepihak.
Mereka juga membawa harapan lain untuk membuat suasana pasar kembali ramai, tanpa bayang-bayang biaya sewa yang mencekik leher.