-
Delapan WNI dilaporkan terjebak menjadi tentara Rusia setelah tergiur tawaran pekerjaan bernilai tinggi.
-
Intelijen Ukraina merilis dokumen visa milik delapan WNI yang diduga direkrut masuk pasukan Rusia.
-
Pemerintah Indonesia tengah memverifikasi keabsahan identitas dan status hukum para WNI yang terdaftar.
Satria mengaku nekat berangkat ke Rusia demi mencari penghasilan untuk menyambung hidup. Dalam unggahan berikutnya, ia sempat meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah agar bisa dipulangkan ke Tanah Air.
Kondisi Satria memburuk setelah video lain memperlihatkan dirinya terluka akibat serangan drone dan mortir di garis depan pertempuran. Sejak peristiwa evakuasi tersebut, tidak ada lagi pembaruan informasi mengenai kondisinya di media sosial.
Kasus kedua melibatkan Muhammad Rio, seorang mantan anggota Satuan Brimob Polda Aceh yang menghilang tanpa izin dari tugas resminya. Rio membagikan foto dan video yang memperlihatkan dirinya telah bergabung dengan kelompok tentara bayaran Wagner.
Dalam komunikasinya dengan rekan-rekan di kesatuan lama, Rio mengaku mendapat imbalan uang muka sebesar 2 juta rubel atau sekitar 25.000 dolar AS. Ia juga mengklaim menerima gaji bulanan sebesar 210.000 rubel atau setara 2.600 dolar AS selama bertugas.