- Sekjen PBNU Saifullah Yusuf menyayangkan pernyataan Ketum PKB Cak Imin di Jombang mengenai kepemimpinan NU.
- Cak Imin mengaitkan kepemimpinan NU dengan organisasi mahasiswa serta menyebut PBNU mengalami kegagalan kepemimpinan.
- Gus Ipul menyatakan Muktamar NU berjalan demokratis dan meminta kritik disampaikan secara proporsional berdasarkan data.
Suara.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyayangkan pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mengaitkan persoalan kepemimpinan NU dengan latar belakang organisasi kemahasiswaan.
Pernyataan Cak Imin tersebut disampaikan saat menghadiri acara bedah buku "Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik dan Kemasyarakatan" di Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus lalu.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin menyoroti kondisi NU dalam beberapa tahun terakhir yang dinilainya mengalami keterpurukan dan mengajak kader PMII serta warga NU melakukan evaluasi.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan setelah Cak Imin mengaitkan kepemimpinan NU dengan latar belakang organisasi mahasiswa, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Gus Ipul menilai cara pandang tersebut justru menyederhanakan persoalan NU. Menurutnya, NU merupakan organisasi yang jauh lebih besar sehingga tidak semestinya persoalan kelembagaan direduksi menjadi pertarungan atau urusan PMII dan HMI.
"Saya menyayangkan sekali ya Cak Imin kenapa urusan NU direduksi jadi urusan PMII dan HMI. Ini sungguh-sungguh pernyataan yang memprihatinkan menurut saya," kata Gus Ipul keoada wartawan di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Ia menilai pernyataan semacam itu tidak semestinya disampaikan oleh seorang tokoh seperti Cak Imin.
Gus Ipul juga menyoroti penyebutan nama sejumlah tokoh dalam pernyataan Cak Imin.
Menurut dia, hal tersebut seharusnya tidak dilakukan, meskipun disampaikan dengan maksud bercanda atau sekadar iseng.
Baca Juga: 5 Poin Kontrak Jam'iyyah Gus Kikin Usai Terpilih Jadi Ketum PBNU, Haram Jabatan Politik
"Menyebut nama-nama tokoh lain selayaknya tidak disampaikan oleh Cak Imin, meskipun itu mungkin bercanda atau mungkin itu sekadar hanya iseng. Karena ini sungguh-sungguh menjadi perhatian publik ya," ucapnya.
Gus Ipul kemudian mempersoalkan penilaian Cak Imin yang berulang kali menyebut kepemimpinan PBNU gagal.
Menurutnya, penilaian tersebut seharusnya tidak hanya didasarkan pada pandangan pribadi.
"Saya menyayangkan sekali kenapa Cak Imin begitu keras bicara soal keberhasilan, kegagalan PBNU dari versinya sendiri. Padahal ini adalah milik bersama-sama, kenapa juga harus menyatakan berulang-ulang kepemimpinan PBNU gagal," ujarnya.
Menurut Gus Ipul, forum Muktamar NU sebelumnya justru menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan dengan baik.
Ia juga menyebut proses Muktamar berlangsung secara demokratis dan melibatkan berbagai aspirasi, termasuk dari Cak Imin.
"Padahal kita tahu Muktamar kemarin ya menerima semua laporan pertanggungjawaban dengan baik, Muktamar juga bisa berjalan dengan baik demokratis ya, semua juga berkontribusi, semua menyampaikan aspirasi termasuk Cak Imin," kata Gus Ipul.
Ia pun meminta kritik terhadap PBNU disampaikan berdasarkan fakta dan data. Gus Ipul juga berharap masyarakat dapat memahami persoalan tersebut secara proporsional dan tidak melihat NU hanya dari perspektif hubungan PMII dan HMI.
Berita Terkait
-
Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
-
Bakom RI Respons Isu Paket Titipan Istana di Muktamar ke-35 NU
-
5 Poin Kontrak Jam'iyyah Gus Kikin Usai Terpilih Jadi Ketum PBNU, Haram Jabatan Politik
-
Jangan Ditunda Lagi! Cak Imin Desak DPR Segera Sahkan RUU Masyarakat Adat
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
Terkini
-
Daerah Diminta Efisiensi, Anggaran Kemenhan Justru Naik Rp 50 Triliun
-
5 Alasan Makanan Kukusan Jadi Peluang Usaha yang Menggiurkan, Banyak Cuan!
-
Jadi Saksi Kunci! Staf Admin Kejagung Febrio Adiono Bakal Diperiksa Terkait Kematian Sutrimo
-
Panas! Gus Ipul 'Semprot' Cak Imin: Kenapa Urusan NU Direduksi Jadi Urusan PMII dan HMI?
-
Nekat ke Maid Cafe Meski Bukan Wibu, Ternyata Begini Rasanya Dilayani Bak 'Tuan'
-
Belajar dari Ricuh 27 Agustus, Pemasangan CCTV di Seluruh RT Jakarta Harus Segera Terealisasi
-
Rumah Mewahnya Disita, Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Ternyata Sudah 2 Kali Diperiksa KPK
-
Kabut Asap, Gubernur Kalteng Kumpulkan ASN Gelar Apel Penanganan Karhutla
-
Data Terbaru Ungkap Sebaran Stasiun Baterai Motor Listrik Masih Menumpuk di Pulau Jawa
-
Kalimantan Dikepung Asap Karhutla, DPR Tegaskan Kesehatan Guru dan Siswa Prioritas Utama