- Polda Metro Jaya akan mendalami keterlibatan staf Kejagung Febrio Adiono di balik kematian Sutrimo.
- Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik setelah melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo.
- Keluarga menemukan transaksi mencurigakan Rp5 juta direkening korban untuk memintanya kembali ke Jakarta dari Banyumas.
"Dia istilahnya kaburlah karena ketakutan ya karena proses banyak proses penggeledahan dan lain-lain," ujar Aan.
Sesampainya di kampung halaman, Sutrimo disebut kembali mendapat telepon dari majikannya untuk segera ke Jakarta. Febrie juga disebut menyiapkan tiket perjalanan dan orang yang akan mendampingi Sutrimo dari Stasiun Purwokerto.
Namun, Sutrimo disebut tidak memiliki ongkos dari Wlahar, Wangon, Banyumas, menuju Purwokerto.
Tak lama kemudian, transfer Rp5 juta masuk ke rekening Sutrimo. Bagi keluarga, transaksi tersebut menjadi salah satu petunjuk yang dinilai penting untuk menelusuri rangkaian peristiwa sebelum kematian korban.
Aan menduga transfer tersebut berkaitan dengan permintaan agar Sutrimo kembali ke Jakarta. Bukti transaksi itu juga akan diserahkan kepada penyidik sebagai bagian dari bahan penyelidikan.
"Selain keterangan itu dikuatkan oleh keterangan bukti transfer ternyata benar," ungkap Aan.