News / Nasional
Rabu, 02 September 2026 | 17:18 WIB
Foto sebagai ILUSTRASI: Upaya pemadaman karhutla oleh Manggala Agni Daops Rengat di Pelalawan, Indragiri hulu, dan Indragiri Hilir. [ANTARA/HO-Manggala Agni]
Baca 10 detik
  • Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak, setelah bekerja selama tujuh hari.
  • Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, terpantau bersih dari titik api selama empat hari terakhir berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone.
  • Polda Riau bersama unsur terkait mengerahkan personel untuk melakukan pendinginan, patroli, serta pencegahan guna mengantisipasi kemunculan titik api baru.

Suara.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah prioritas di Provinsi Riau disebut mulai menunjukkan perkembangan positif.

Kebakaran di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak, telah berhasil ditangani, sementara di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, tidak lagi terdeteksi titik api selama empat hari terakhir.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, perkembangan tersebut merupakan hasil kerja intensif tim gabungan yang melakukan pemadaman dan pendinginan hingga kondisi lapangan dinyatakan terkendali.

“Alhamdulillah, penanganan Karhutla di Siak dan Pelalawan menunjukkan hasil positif. Pemadaman intensif di beberapa lokasi mulai dapat diakhiri dan personel secara bertahap dikembalikan. Namun kewaspadaan tetap kita jaga,” kata Akmadi, Rabu (2/9/2026).

Di Kabupaten Siak, operasi pemadaman dan pendinginan Karhutla di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, Kecamatan Dayun, resmi diakhiri setelah tim gabungan bekerja selama tujuh hari.

Sekitar 30 hektare lahan terdampak telah ditangani. Berakhirnya operasi ditandai dengan Apel Konsolidasi Akhir Penanganan Karhutla yang dipimpin Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara pada Selasa (1/9/2026) sore.

Tim gabungan melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, Manggala Agni, BKSDA serta regu pemadam kebakaran perusahaan di sekitar kawasan.

Selain kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, proses pendinginan Karhutla di Tasik Betung yang berada di areal Cagar Biosfer Giam Siak Kecil juga telah diselesaikan.

Patroli pemantauan tetap dilakukan selama tiga hari ke depan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Baca Juga: Bukan Kejahatan Biasa, DPR Usul Pembakar Hutan Dihukum Mati

Perkembangan serupa terjadi di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Wilayah yang sebelumnya menjadi salah satu lokasi prioritas penanganan Karhutla di Riau itu sudah empat hari tidak terdeteksi titik api.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara mengatakan, pemantauan menggunakan drone di Dusun Aur Kuning, Kerumutan, Selasa sore sekitar pukul 18.05 WIB, hanya menemukan asap tipis di beberapa bagian lahan.

“Sudah empat hari tidak terdeteksi titik api. Hasil pantauan drone juga menunjukkan kondisi semakin terkendali, tinggal menyisakan asap tipis di beberapa bagian,” kata John.

Seiring perkembangan tersebut, personel BKO Polda Riau dan Polres Pelalawan yang diperbantukan dalam operasi pemadaman dan pendinginan telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Pasukan darat dari PT Gandaherah yang wilayahnya berbatasan langsung dengan lahan terdampak tetap disiagakan dengan peralatan pemadaman dan alat berat untuk mengantisipasi apabila kembali muncul asap maupun titik panas.

Akmadi menegaskan, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sejak awal menginstruksikan seluruh jajaran agar penanganan Karhutla tidak berhenti ketika api di permukaan telah padam.

Load More