- Pemerintah memperluas uji coba Perlinsos Digital ke 258 kabupaten/kota dan mencatat pendaftaran dari 4,3 juta kepala keluarga.
- Evaluasi menunjukkan program ini memangkas durasi pendaftaran menjadi hitungan menit serta menekan biaya hingga mendekati nol rupiah.
- Pemerintah meluncurkan Gerakan Perlinsos Peduli Tetangga agar warga dapat membantu sesama mendaftarkan diri secara mandiri.
Suara.com - Pemerintah memperluas uji coba Perlinsos Digital ke 258 kabupaten/kota setelah sebelumnya diterapkan di 43 kabupaten/kota. Hingga saat ini, lebih dari 4,3 juta kepala keluarga (KK) telah melakukan pendaftaran dalam waktu sekitar dua bulan.
Perluasan tersebut dibarengi dengan peluncuran Gerakan Perlinsos Peduli Tetangga. Melalui gerakan ini, masyarakat didorong untuk membantu warga di sekitarnya yang mengalami kesulitan mengakses pendaftaran bantuan sosial secara mandiri.
Perkembangan Perlinsos Digital dibahas dalam Rapat Koordinasi Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) yang dipimpin Ketua KPTDP Luhut B. Pandjaitan, Kamis (10/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Menteri PANRB, Menteri Komunikasi dan Digital, Kepala BPS, Kepala BSSN, Wakil Menteri Sosial, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.
“Presiden sudah menyampaikan arahan untuk memperluas Perlinsos Digital secara nasional pada minggu ketiga Oktober. Seiring dengan perluasan Perlinsos Digital ke ratusan kabupaten/kota yang kini telah mencatat lebih dari 4,3 juta KK pendaftar, tentu masih ada banyak pekerjaan rumah yang perlu kita selesaikan, terutama dari sisi kesiapan sistem,” ujar Luhut.
Pendaftaran saat ini paling banyak berasal dari Bali, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Pertumbuhan pendaftaran juga mulai terlihat di sejumlah wilayah lain, seperti Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat.
Hasil evaluasi uji coba menunjukkan lebih dari 70 persen masyarakat memberikan respons positif terhadap Perlinsos Digital. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 75 hingga 200 hari kini disebut dapat dilakukan dalam hitungan menit.
Selain itu, biaya yang harus ditanggung masyarakat dalam proses tersebut dapat ditekan hingga hampir nol.
Menteri Komunikasi dan Digital yang juga menjabat Wakil Ketua II KPTDP mengatakan tingginya antusiasme masyarakat perlu diimbangi dengan kesiapan sistem.
Baca Juga: Sri Mulyani Blak-blakan Penggunaan Anggaran Bansos Jelang Pilpres, Ada Yang Tak Beres?
Pemerintah telah menyiapkan stress test, load test, serta pengamanan data. Pelaksanaan rollout juga akan dilakukan secara bertahap dan dievaluasi sebelum Perlinsos Digital diperluas secara nasional.
Warga Bisa Jadi Agen Perlinsos
Perluasan Perlinsos Digital juga diperkuat melalui Gerakan Perlinsos Peduli Tetangga. Gerakan ini ditujukan untuk membantu warga yang kesulitan melakukan pendaftaran secara mandiri karena keterbatasan perangkat, literasi digital, maupun pendampingan.
Masyarakat yang telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) dapat mendaftar menjadi Agen Perlinsos. Agen tersebut nantinya dapat membantu keluarga, tetangga, atau warga lain di sekitarnya melakukan pendaftaran.
“Kita akan mendorong Gerakan Nasional Perlinsos ‘Peduli Tetangga’, sehingga semua orang dapat berperan sebagai Agen Perlinsos. Dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat, kita berharap inclusion dan exclusion error dapat terus dikurangi, persoalan seperti ketidaksesuaian desil dapat semakin diminimalkan, dan proses penyaluran bantuan dapat semakin tepat sasaran,” kata Luhut.
Perlinsos Digital merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dengan Kementerian Sosial sebagai pemilik program. Sementara itu, KPTDP menjalankan fungsi koordinasi dan orkestrasi transformasi digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution
-
Perlinsos Digital Diperluas ke 258 Daerah, Warga Bisa Jadi Agen Bantu Tetangga
-
Dividen BUMN: Bantalan APBN atau 'ATM Fiskal'?
-
Bukan Sekadar AI Cloud, Zankore by Indosat Siapkan Infrastruktur GPU NVIDIA Skala 1 GW
-
Tumbler, Status Sosial Baru, dan Jebakan Elitisme Gaya Hidup Ramah Lingkungan
-
Daftar Harga Mobil Suzuki September 2026: XL7 dan Fronx Beda Tipis Bikin Galau
-
Izin Polisi Laga Persija vs Persib di SUGBK Sudah Terbit, Suporter Diminta Jangan Bikin Ulah
-
Indonesia Diramal Gempa M9 Akhir 2026, Eks Kepala BMKG: Kalau Terjadi Itu Kebetulan
-
Apa Bedanya Rice Cooker dan Magic Com? Ini Perbandingan Fungsi dan Fiturnya
-
Satu Ruang Kelas di Sekolah Kembangan Jakbar Terbakar, Api Padam dalam 15 Menit