Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB
Ilustrasi biksu di Thailand diduga terlibat pencucian uang hingga skandal seks [Ist]
  • Kepolisian Thailand memaparkan aliran dana kuil Phutthaisawan sebesar 92 juta baht yang tidak masuk rekening resmi.
  • Penyidik menelusuri peningkatan kekayaan Sika Ae yang diduga berasal dari aliran aset atau dana kuil.
  • Aparat kepolisian menyita berbagai aset dan barang berharga senilai total sekitar 215 juta baht.

Suara.com - Polisi Thailand mengungkap perkembangan terbaru kasus dugaan penyelewengan dana di kuil Phutthaisawan, Ayutthaya.

Penyelidikan terbaru membongkar sosok wanita yang ada di video viral biksu Thailand, Sika Ae.

Dalam konferensi pers pada Jumat (11/9/2026), Kepolisian Investigasi Pusat Thailand atau Central Investigation Bureau (CIB) memaparkan aliran dana yang menjadi dasar penyelidikan terhadap mantan kepala biksui kuil Phutthaisawan tersebut.

Penyidik menemukan dua jalur transaksi yang dianggap penting dalam kasus ini.

Jalur pertama berkaitan dengan penerbitan tanda terima donasi untuk pembelian atau penyewaan benda-benda keagamaan, dengan nilai sekitar 2,8 juta baht.

Sementara jalur kedua berasal dari tanda terima sumbangan untuk pemeliharaan dan kegiatan kuil dengan nilai sekitar 89 juta baht atau setara Rp47,4 miliar.

Jika digabungkan, total dana yang ditelusuri mencapai sekitar 92 juta baht atau setara Rp49 miliar.

Namun, ketika petugas memeriksa rekening kuil Phutthaisawan, dana tersebut disebut tidak pernah masuk ke rekening resmi kuil.

Kondisi itu menjadi salah satu dasar penyidik menduga telah terjadi penyelewengan dana kuil.

Kasus dugaan penyelewengan dana yang melibatkan mantan biksu Choti Wachirayan dan Sika Ae di Thailand memasuki babak baru. [Dok Matichon.co.th]

Sika Ae Disebut Mendadak Kaya

Dalam pemaparan kasus, Kepala Unit 1 Crime Suppression Division, Letnan Kolonel Polisi Jetnipat Siriwat, mengungkap perjalanan Sika Ae yang menjadi perhatian penyidik.

Menurutnya, perempuan tersebut telah dikenal sebagai umat yang memberikan dukungan kepada kuil sejak 2007. Polisi mengatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai apakah perempuan itu pernah melanggar aturan moral keagamaan.

Namun, perubahan kondisi ekonominya menjadi salah satu hal yang sedang ditelusuri. Polisi menyebut Sika Ae pernah dinyatakan bangkrut pada 2019 dan baru mendapatkan status bebas dari kebangkrutan pada 2022.

Dalam rentang tiga tahun setelah itu, penyidik menemukan bahwa perempuan tersebut memiliki dua rumah, uang tunai dan sejumlah barang berharga.

"Kalau bekerja, tidak masalah. Tetapi dia tidak bekerja mencari nafkah. Dari mana uang dan kekayaan itu berasal?" kata Jetnipat dinukil dari matichon.co.th

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com