Media Asing Sorot Perasaan Purbaya Dipecat Prabowo, Singgung Krisis Kepercayaan Investor

Selasa, 15 September 2026 | 17:17 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berjabat tangan dengan Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) seusai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr]
  • Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

  • Purbaya mengaku sempat kecewa namun sudah menduga pencopotannya akibat perbedaan pandangan antarpejabat.

  • Pengusaha berharap Suahasil mampu menjaga kredibilitas fiskal dan keberlanjutan arah kebijakan ekonomi.

Suara.com - Media Asing asal Singapura, CNA menyorti perasaan Purbaya Yudhi Sadewa setelah dipecat Presiden Prabowo Subianto. Prabowo disebut mengambil langkah cepat dengan mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Kebijakan mendadak ini mengejutkan pasar sekaligus menyiratkan upaya pemerintah merestorasi kepercayaan investor terhadap stabilitas anggaran negara.

Usai prosesi serah terima jabatan pada Selasa (15/9/2026), Purbaya mengungkapkan rasa terkejutnya meski sudah memprediksi potensi pemecatan tersebut. Pengunduran dirinya diawali panggilan telepon singkat dari juru bicara kepresidenan Prasetyo Hadi di tengah rapat parlemen sehari sebelumnya.

"Tadi malam, saya sulit tidur. Saya sempat kesal, tapi sekarang sudah lumayan," kata Purbaya kepada wartawan.

Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa berjalan keluar gedung seusai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr]

Mantan menteri yang menjabat selama satu tahun ini mengaku sudah menduga pemecatannya akibat keputusan tertentu yang pernah diambilnya. Ia menegaskan tidak memiliki perbedaan prinsip dengan Presiden, melainkan perbedaan pandangan dengan beberapa pejabat lain.

Menurut CNA, pergantian kepemimpinan ini berlangsung saat perekonomian terbesar di Asia Tenggara tersebut berhadapan dengan defisit anggaran yang membengkak. Meskipun pertumbuhan ekonomi sempat melaju pesat, lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch dan Moody's justru menurunkan prospek kredit Indonesia.

Tekanan makin berat lantaran mata uang rupiah menyentuh level terendah sepanjang sejarah akibat aksi lepas aset oleh investor asing. Kekhawatiran pasar dipicu oleh potensi pembengkakan anggaran belanja serta isu transparansi di pasar modal.

Setelah melepaskan jabatannya, Purbaya menyebut kinerjanya cukup baik dan memilih menghabiskan masa pensiun dengan memancing di rumahnya. Sementara itu, Suahasil Nazara berjanji akan menjaga batas defisit anggaran maksimal 3 persen dari PDB sesuai undang-undang.

Sebagai teknokrat senior berusia 55 tahun, kehadiran Suahasil diharapkan mampu memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi pelaku pasar. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menekankan pentingnya konsistensi arah kebijakan di tengah masa transisi ini.

"Kami berharap kesinambungan ini akan membantu memastikan bahwa transisi kepemimpinan tidak menyebabkan perubahan mendadak dalam arah kebijakan," ujar Shinta, dikutip dari CNA.

Dunia usaha menyadari keterbatasan ruang fiskal negara saat ini. Kendati demikian, intervensi pemerintah tetap dibutuhkan guna menjaga daya beli masyarakat dan menggenjot produktivitas nasional.

Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahannya di Kementerian Keuangan. Sejak Prabowo Subianto dilantik pada Oktober 2024, pengelolaan anggaran negara mendapat sorotan tajam dari para analis akibat besarnya alokasi dana untuk janji-janji kampanye.

Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dinilai sebagai sosok yang tepat untuk menjaga stabilitas lembaga. Rekam jejaknya di birokrasi diharapkan dapat menahan arus modal keluar dan memperkuat posisi anggaran negara di tengah ketidakpastian global.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com