15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

Selasa, 15 September 2026 | 17:23 WIB
BMKG, pada Rabu (19/8/2026), memprakirakan gempa susulan di Flores, NTT masih akan terjadi hingga 30 hari ke depan. Gempa Flores berkekuatan 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 dan menyebabkan puluhan korban jiwa dan ribuan bangunan rusak. [Antara]
  • BMKG mencatat 15.722 gempa susulan setelah gempa M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
  • Aktivitas ribuan gempa susulan di Flores tersebut kini telah memasuki fase peluruhan pada hari ke-30.
  • BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan dengan kekuatan kecil masih dapat berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Suara.com - Sebanyak 15.722 gempa susulan tercatat setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu. Memasuki hari ke-30, BMKG menyebut aktivitas gempa susulan tersebut kini telah memasuki fase peluruhan.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, ribuan gempa susulan itu tercatat hingga 15 September 2026 pukul 05.00 WIB, dengan kekuatan mulai dari M0,9 hingga M6,2.

Dari total tersebut, sebanyak 190 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis data gempa terkini, frekuensi gempa susulan harian maupun mingguan menunjukkan pola penurunan dan telah memasuki fase peluruhan,” kata Ardhasena dalam Konferensi Pers Pemuktahiran Pascagempa Flores M7,7 di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Pola penurunan aktivitas gempa terlihat dari jumlah kejadian yang tercatat setiap pekan.

Pada minggu pertama setelah gempa utama, BMKG mencatat 5.011 gempa susulan. Jumlah tersebut kemudian turun menjadi 4.267 kejadian pada minggu kedua.

Pada minggu ketiga, tercatat 3.158 gempa susulan, kemudian kembali turun menjadi 2.421 kejadian pada minggu keempat.

Sementara pada minggu kelima, BMKG sementara mencatat 864 gempa susulan hingga 15 September 2026.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, gempa susulan tersebut terbagi dalam beberapa kelompok berdasarkan kekuatannya.

Gempa berkekuatan M5,0 atau lebih tercatat sebanyak 26 kejadian atau 0,2 persen. Gempa dalam kategori ini dapat dirasakan cukup luas dan berpotensi berdampak pada bangunan yang rentan.

Namun, gempa dengan kekuatan tersebut semakin jarang dan tidak tercatat lagi dalam satu minggu terakhir.

Sementara itu, gempa dengan kekuatan M4,0 hingga kurang dari M5,0 tercatat sebanyak 476 kejadian atau 3 persen.

Gempa pada kategori ini masih dapat dirasakan di wilayah yang cukup luas, tetapi berpotensi kecil menimbulkan kerusakan signifikan. Frekuensinya juga terus menurun setelah memasuki empat hingga lima minggu pascagempa utama.

Adapun gempa M3,0 hingga kurang dari M4,0 tercatat sebanyak 3.308 kejadian atau 20,9 persen.

Menurut BMKG, gempa dalam kategori ini umumnya hanya dirasakan secara lokal dan tidak menimbulkan kerusakan. Aktivitasnya diperkirakan masih berlangsung hingga enam sampai tujuh minggu ke depan dengan frekuensi yang terus meluruh.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com