Isi Surat Terbuka Sarwendah ke Kubu Ruben Onsu soal Anak

Kamis, 17 September 2026 | 11:32 WIB
Sarwendah menjalani sidang gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu di Pengadilan Negei Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026). [Rena Pangesti/Suara.com]
  • Sarwendah membantah melarang Ruben Onsu bertemu anak dan siap memfasilitasi koordinasi waktu.

  • Pihak Sarwendah menantang pengacara Ruben menunjuk psikolog independen untuk membuktikan kebenaran doktrinasi.

  • Sarwendah mengklarifikasi isu video marah serta menegaskan telah menjalani tes kesehatan sesuai permintaan.

Suara.com - Sarwendah Tan secara tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya membatasi akses komunikasi dan pertemuan antara Ruben Onsu dengan buah hati mereka.

Pernyataan menohok ini disampaikan langsung melalui unggahan video di akun Instagram resminya guna meluruskan opini publik yang kian menyudutkan.

Langkah terbuka ini diambil mantan personel Cherrybelle tersebut karena menganggap sikap diamnya selama ini justru dimanfaatkan pihak lawan untuk membangun opini tidak benar.

Sarwendah ditemani pengacaranya Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 2 Agustus 2026

Proses hukum perebutan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pun kini memasuki babak baru yang kian memanas.

"Saya bikin video ini karena saya pikir diam adalah pilihan yang terbaik. Tapi, diam saya malah dipakai untuk membuat narasi-narasi yang tidak benar," ujar Sarwendah.

Ibunda anak-anak Ruben ini menekankan bahwa pintu silaturahmi selalu terbuka lebar selama terdapat komunikasi yang jelas terkait jadwal serta lokasi pertemuan.

Ia memastikan siap memfasilitasi setiap momen kebersamaan sang mantan suami bersama anak-anak tanpa ada niat menghalangi.

"Dari awal saya sudah bilang, saya tidak pernah melarang untuk ketemu anak-anak. Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya, di mana, jam berapa, saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya," katanya.

Tudingan mengenai upaya doktrinasi atau pembentukan persepsi negatif pada anak-anak juga disanggah secara langsung oleh Sarwendah.

Guna membuktikan kebenarannya, ia bahkan menantang pihak pengacara mantan suaminya untuk menghadirkan tim ahli kesehatan jiwa independen.

"Silakan kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompeten buat langsung ketemu anak-anak, ngobrol sama anak-anak, biar kalian juga tahu, apakah saya pernah memengaruhi anak-anak atau tidak," ucapnya.

Sarwendah menilai ada upaya penggiringan opini lewat potongan rekaman video saat dirinya emosi yang disebarkan tanpa kejelasan latar belakang peristiwa.

Klarifikasi serta bukti pendukung yang sudah diserahkannya pun diklaim tidak pernah dipublikasikan kembali untuk memulihkan nama baiknya.

"Anda pernah menunjukkan video saya marah, potongannya ditunjukkan, tapi konteksnya tidak. Setelah konteksnya saya berikan bukti, apakah Anda meluruskan persepsi yang sudah telanjur terbentuk tentang saya? Tidak," tuturnya.

Ketegangan di ruang mediasi juga menjadi sorotan setelah muncul tuduhan bahwa Sarwendah meluapkan kekesalan tanpa alasan yang mendasar.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com