- Marsadak mencatat 540 kasus penahanan pekerja media di Yaman, termasuk 235 kasus penghilangan paksa sejak 2015.
- Kelompok Houthi dikaitkan dengan 167 kasus penghilangan paksa, dengan wilayah Sanaa mencatatkan jumlah tertinggi.
- Penangkapan wartawan Shadiq Shali di Al-Mocha memicu desakan Serikat Wartawan Yaman agar kondisinya diungkap.
Serikat Wartawan Yaman meminta agar keberadaan dan kondisi Shali segera diungkap.
Shali diketahui menjabat sebagai direktur pusat media milik National Resistance, kelompok yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman.
Menurut laporan Serikat Wartawan Yaman yang dikutip sejumlah media, rekan-rekannya melaporkan bahwa ia ditangkap dari rumahnya pada 10 September dan keberadaannya belum diketahui.
Ketakutan Menjadi Bentuk Sensor
Dalam tulisannya, Al-Rumaihi menggambarkan bahwa ancaman terhadap wartawan Yaman dapat menciptakan bentuk sensor yang tidak membutuhkan pengawasan di setiap ruang redaksi.
Ketika seorang wartawan khawatir bahwa sebuah berita dapat berujung pada penangkapan atau penghilangan, tekanan tersebut dapat memengaruhi keputusan sebelum berita ditulis.
"Apakah kalimat ini layak membuat saya menghilang? Apakah berita ini layak membuat kelompok bersenjata mendatangi rumah saya pada malam hari? Apa yang akan terjadi pada keluarga saya?" demikian gambaran yang digunakan Al-Rumaihi untuk menjelaskan kondisi tersebut.
Menurutnya, kondisi seperti itu dapat membuat wartawan melakukan penyensoran terhadap dirinya sendiri.
Akibatnya, kontrol terhadap informasi tidak selalu membutuhkan larangan resmi terhadap setiap pemberitaan.
Laporan Marsadak juga menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja sebagai wartawan menghadapi tekanan tersendiri.
Selain pembatasan dalam menjalankan profesi, mereka disebut menghadapi intimidasi dan kekerasan digital yang turut membatasi ruang kerja media.