-
Penembakan di luar sekolah kejuruan Turki melukai delapan orang pada Selasa.
-
Polisi bergerak cepat memburu dan menahan terduga pelaku penembakan di Distrik Turgutlu.
-
Insiden ini menambah deretan aksi penembakan sekolah yang terjadi di Turki tahun ini.
Suara.com - Aksi penembakan massal melukai setidaknya 8 orang di luar sebuah sekolah menengah kejuruan di wilayah Turki bagian barat pada Selasa. Aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil meringkus terduga pelaku tak lama setelah insiden tersebut terjadi.
Peristiwa mengerikan ini berlangsung tepat di depan sekolah menengah kejuruan dan teknik yang berlokasi di Distrik Turgutlu, Provinsi Manisa. Tim medis bersama jajaran kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan penembakan diterima.
Seluruh korban luka segera dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Pihak berwenang sejauh ini belum membeberkan detail kondisi kesehatan para korban.
Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh aparat guna mengungkap motif utama di balik aksi penyerangan ini.
Pemerintah setempat mengonfirmasi keberhasilan penangkapan terduga pelaku tak lama setelah teror meletus.
“Setelah kejadian tersebut, tersangka yang diyakini melepaskan tembakan telah ditangkap oleh pasukan keamanan dan ditahan,” kata pernyataan resmi kantor gubernur, dikutip dari Euronews.
Insiden berdarah di Manisa ini menambah panjang daftar aksi penembakan sekolah yang mengguncang publik Turki sepanjang tahun ini. Warga kini makin cemas terhadap keselamatan para siswa di lingkungan pendidikan.
Sebelumnya pada bulan April, aksi penembakan di sebuah sekolah menengah di Provinsi Sanliurfa, Turki tenggara, melukai 16 orang yang mayoritasnya merupakan pelajar. Pelaku penyerangan yang merupakan mantan siswa di sekolah tersebut akhirnya tewas mengakhiri hidupnya sendiri.
Hanya berselang satu hari dari insiden Sanliurfa, penembakan massal kembali mengguncang wilayah terdekat di Provinsi Kahramanmaras. Seorang siswa berusia 14 tahun nekat menembaki dua ruang kelas hingga tewasnya sembilan siswa dan guru serta melukai 13 orang lainnya sebelum pelaku tewas ditembak polisi.