Viral Video Jurnalis Sekaligus Calon Gubernur Peru Susy Isabel Tewas Ditembak Saat Kampanye

Selasa, 22 September 2026 | 19:25 WIB
Viral Video Jurnalis Sekaligus Calon Gubernur Peru Susy Isabel Tewas Ditembak Saat Kampanye [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Kandidat Gubernur Ancash Susy Isabel Aponte Polo tewas ditembak saat kampanye di Caraz Peru.
  • Sebelum tewas pada 19 September 2026, Susy sempat melaporkan adanya ancaman pembunuhan dari lembaga pemasyarakatan.
  • Polisi telah menangkap satu warga negara Venezuela sebagai tersangka awal beserta barang bukti senjata api.

Suara.com - Jurnalis sekaligus kandidat Gubernur Regional Ancash, Peru, Susy Isabel Aponte Polo, yang dikenal sebagai La China Polo tewas dalam serangan saat melakukan kampanye.

Video detik-detik Susy Isabel tewas mengenaskan viral di sosial media.

Sebelum tewas mengenaskan di hadapan para pendukungnya sendiri, Susy sempat mengungkap dugaan ancaman terhadap dirinya beberapa hari sebelum tewas ditembak.

Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube miliknya, Polo mengaku mendapat panggilan telepon dari sejumlah lembaga pemasyarakatan.

Ia juga menyebut adanya peringatan mengenai rencana serangan terhadap dirinya.

“Mereka telah memerintahkan serangan terhadap saya,” kata Polo dalam video tersebut, seperti dikutip dari Infobae.

Ia juga menyebut nama Jenderal Polisi Nasional Peru (PNP) Víctor Revoredo Farfán dalam pernyataannya.

Polo mengatakan telah melaporkan ancaman tersebut kepada lembaga terkait sebelum akhirnya tewas dalam serangan bersenjata.

Terima Tiga Panggilan dari Penjara

Dalam video yang dipublikasikan sekitar sepekan sebelum pembunuhan, Polo mengaku mengalami intimidasi dan tekanan.

Ia mengatakan tiga panggilan yang diterimanya berasal dari tiga lembaga pemasyarakatan berbeda.

Menurut pengakuannya, isi komunikasi tersebut berkaitan dengan ancaman terhadap keselamatannya.

Polo kemudian mengaitkannya dengan dugaan perintah yang ia atribusikan kepada Revoredo.

Jurnalis tersebut juga mengklaim telepon selulernya telah disadap.

Ia menghubungkan dugaan intimidasi itu dengan aktivitas jurnalistiknya yang kerap mengangkat laporan mengenai dugaan korupsi dan persoalan sejumlah pejabat maupun institusi di Ancash.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com