- Ketum Golkar Bahlil Lahadalia menyebut selebaran Munaslub dan pencalonan Ahmad Doli Kurnia hoaks.
- Bahlil menegaskan telah mengetahui pihak penyebar isu yang dinilai sebagai bentuk politik pecah belah partai.
- Ahmad Doli Kurnia telah membantah keterlibatan dan mengaku tidak mengetahui pembuatan selebaran tersebut.
Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia merespons keras beredarnya selebaran atau flyer yang mengusung Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia sebagai calon ketua umum dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar.
Bahlil menyebut flyer tersebut sebagai hoaks. Ia juga mengaku sudah mengetahui pihak-pihak yang berada di balik penyebaran isu Munaslub tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026).
"Ada juga flyer hoax-hoax itu yang mau bikin macam-macam, macam-macam itu loh. Abu Leke (tukang tipu) kelas tinggi lagi ini," kata Bahlil.
Di hadapan para kader, Bahlil menegaskan dirinya tidak mudah dikelabui oleh pihak yang berupaya mengganggu soliditas partai. Ia bahkan mengklaim telah mengetahui orang-orang yang menyebarkan isu tersebut.
"Saya sudah tahu orang-orang itu, saya sudah tahu, kalian pikir saya orang kampung enggak ngerti? Aku paham. Om paham, Om paham sekali," ujarnya.
Bahlil kemudian menyinggung politik pecah belah yang menurutnya menjadi upaya pengkhianatan terhadap partai. Ia menegaskan kader Golkar harus menjaga kesetiaan dan tidak terprovokasi oleh pihak yang berusaha mengadu domba.
"Ini pengkhianat ini kan politik divide et impera. Tapi saya sudah tahu. Ade, kau baru mau tulis kakak sudah baca. Itu. Saya sudah tahu gaya-gaya ini, saya sudah tahu," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pihak-pihak yang mencoba menghasut kader agar tidak bermain-main dengan soliditas Golkar. Bahlil menyatakan tidak akan mundur menghadapi dinamika politik internal partai.
"Saya punya prinsip mati di medan perang jauh lebih berharga dan bermartabat daripada menjadi pengkhianat atau kembali dalam pertarungan. Enggak ada itu. Saya ingatkan kepada saudara-saudara saya yang mencoba untuk menghasut-menghasut anak bangsa, hati-hati. Kau jangan coba-coba main-main," katanya.
Sebelumnya, beredar flyer yang menyerukan suksesnya Munaslub Partai Golkar sekaligus mengusung Ahmad Doli Kurnia sebagai calon ketua umum. Dalam selebaran tersebut, Doli disebut sebagai tokoh sentral Partai Golkar.
"Sukseskan Munaslub Partai Golkar. Selamat Partai Golkar dari Gank Solo. Caketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. Tokoh Sentral Partai Golkar," tulis flyer tersebut.
Flyer itu juga mencantumkan rencana pelaksanaan Munaslub di Hotel Mercure Ancol, Minggu, 29 November 2026.
Menanggapi selebaran tersebut, Doli membantah terlibat dalam penyebaran isu Munaslub. Ia mengaku tidak mengetahui rencana maupun pihak yang membuat flyer tersebut.
"Saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak ada kaitannya, bahkan tidak tahu menahu soal penyebaran isu tersebut," kata Doli saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (7/11/2026).