- Ketua Geely memprediksi pasar otomotif China mengalami pertumbuhan negatif pada tahun 2027 akibat perang harga.
- Geely mencatatkan pendapatan kuartal ketiga 2026 sebesar 99 miliar yuan dengan penjualan 813.000 unit kendaraan.
- Geely mengalihkan strategi ke pasar internasional dengan meningkatkan ekspor untuk meredam tekanan di dalam negeri.
Suara.com - Ketua Geely Automobile Holdings An Conghui memperkirakan pasar otomotif domestik China akan mengalami pertumbuhan negatif pada tahun 2027. Kondisi ini dipicu oleh perang harga yang marak, sengitnya persaingan persaingan antarprodusen, serta tren penurunan permintaan konsumen.
Prediksi tersebut membayangi industri otomotif Tiongkok meski sejumlah pabrikan besar masih mampu membukukan pertumbuhan penjualan. Mengutip laporan Gasgoo per 3 November 2026, An Conghui menegaskan bahwa Geely harus memperluas pangsa pasar sekaligus mempertahankan batas margin keuntungan yang sehat.
Sementara itu, Wakil Ketua Geely Automobile Holdings Gui Shengyue menggambarkan periode tiga bulan terakhir sebagai momen paling menantang dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan penjualan musiman yang biasa terjadi di bulan September dan Oktober dinilai mulai kehilangan efektivitasnya akibat pergeseran minat belanja masyarakat Tiongkok.
Meski bayangan krisis membayangi pasar domestik, Geely berhasil membukukan pendapatan 99 miliar yuan pada kuartal ketiga tahun 2026, atau melesat 10 persen secara tahunan. Laba bersih inti melonjak 32 persen menjadi 5,21 miliar yuan dengan volume penjualan 813.000 unit.
Secara kumulatif selama sembilan bulan pertama tahun 2026, Geely sukses melempar 2,22 juta unit kendaraan ke pasar dan meraih laba bersih inti 14,9 miliar yuan.
Untuk meredam dampak tekanan domestik hingga 2027, Geely mengalihkan fokus strategi ke pasar internasional. Ekspor Geely melonjak 169 persen menjadi 798.000 unit dalam sembilan bulan pertama tahun 2026, yang mencakup 484.000 unit kendaraan energi baru.
Kawasan ASEAN menyerap lebih dari 170.000 unit produk Geely, disusul pasar Eropa yang menampung lebih dari 140.000 unit. Kendati ekspansi global menghadapi rintangan tarif Uni Eropa serta tingginya biaya produksi luar negeri, Geely terus memperkuat rantai pasok dan jaringan distribusi guna mengurangi ketergantungan pada pasar dalam negeri.