MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng

Rabu, 23 September 2026 | 11:28 WIB
Ilustrasi Menu Makan Bergizi Gratis atau MBG. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
BACA 10 DETIK
  • Reyhan Arisyah Putra, siswa kelas 3 SDN 03 Poncowarno Lampung Tengah, meninggal dunia pada Selasa, 22 September 2026.
  • Korban tersedak biji buah kelengkeng dari menu Makan Bergizi Gratis saat berlari-lari di ruang kelas pukul 08.30 WIB.
  • Pihak sekolah telah memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke puskesmas serta rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Suara.com - Duka mendalam menyelimuti lingkungan SDN 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. Seorang siswa kelas 3 bernama Reyhan Arisyah Putra (9) meninggal dunia seusai tersedak biji buah kelengkeng menu Makan Bergizi Gratis alias MBG di sekolah, Selasa (22/9/2026).

Peristiwa pilu ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, tak lama setelah paket program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG 1 Dapur 1 Poncowarno dibagikan kepada para siswa.

Buah kelengkeng tersebut menjadi bagian dari menu pencuci mulut dalam paket makanan yang disediakan.

Kronologi Kejadian

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP M Prenanta Al Ghazali, menjelaskan insiden terjadi saat kegiatan sekolah sedang berlangsung.

Meski pihak sekolah telah memberikan arahan agar makanan disimpan dan dikonsumsi pada waktu yang ditentukan, korban sempat memakan buah tersebut sambil beraktivitas.

"Dia makan buah kelengkeng dari menu MBG. Dia makan di ruang kelas tiga. Dia sambil main lari-larian lantas tersedak," kata Prenanta.

Merasakan ada yang mengganjal di tenggorokannya, Reyhan sempat meminta pertolongan kepada teman sekelasnya dan penjaga sekolah, Ahmad Surahman.

Upaya pertolongan pertama berupa tepukan di punggung sempat dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Korban kemudian segera dibawa ke ruang kepala sekolah sebelum dilarikan ke puskesmas terdekat.

"Dia sempat memuntahkan sisa makanannya. Tapi buah kelengkeng yang menyangkut, tidak juga keluar," kata dia.

Upaya Penyelamatan Darurat

Kepala Kampung Poncowarno, Heri Eliyanto, mengungkapkan bahwa situasi di sekolah sempat berubah menjadi panik.

Pihak sekolah bertindak cepat dengan membawa Reyhan ke Puskesmas Poncowarno yang berjarak sekitar 500 meter tanpa menunggu ambulans.

Melihat kondisi kritis, pihak puskesmas merujuk Reyhan ke RS Kartini Kalirejo. Namun, sesampainya di rumah sakit, nyawa bocah berusia 9 tahun tersebut tidak tertolong.

"Di IGD, sudah masuk, oleh dokter dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com