-
Otoritas Singapura menyelidiki tabrakan kapal nelayan China dan kapal curah Panama.
-
Tidak ada korban jiwa maupun pencemaran lingkungan akibat insiden di Selat Singapura.
-
Kapal nelayan yang bocor berhasil ditunda ke penjangkaran aman tanpa mengganggu pelayaran.
Suara.com - Otoritas Pelabuhan dan Maritim Singapura menyelidiki insiden insiden kecelakaan laut yang melibatkan kapal nelayan China dan kapal curah berbendera Panama di Selat Singapura. Kejadian yang memicu respons cepat tim penyelamat lokal ini langsung memicu perhatian publik setelah rekaman videonya viral di media sosial.
Proses penanganan darurat langsung berjalan begitu dampak benturan membuat badan kapal nelayan mengalami kebocoran air. Beruntung, sistem penyeimbang kapal masih berfungsi baik sehingga posisi perahu tetap stabil di atas permukaan air.
Otoritas maritim bergerak cepat mengawal proses penarikan kapal yang rusak menuju area penjangkaran aman. Seluruh jalur pelayaran internasional di sekitarnya dipastikan tetap beroperasi normal tanpa kendala.
Tim penyelamat gabungan menerapkan prosedur evakuasi khusus untuk menjamin keselamatan seluruh awak yang terlibat. Sebagian kru bertahan di atas kapal untuk membantu proses penarikan, sementara sisanya dievakuasi ke daratan.
Pihak berwenang mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun bahaya pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak di perairan tersebut. Langkah pengamanan ekstra langsung diterapkan agar tidak mengganggu lalu lintas kapal lain yang melintas.
Kapal nelayan Lu Qing Yuan Yu berbendera China dan kapal curah First Margaux berbendera Panama terlibat insiden pada 17 September. Kebocoran sempat terjadi pada kapal nelayan, namun situasi di atas dek berhasil dikendalikan oleh para awak.
"Kapal penangkap ikan tersebut kemasukan air saat kejadian tetapi tetap terapung dan stabil, dengan awak kapal mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan situasi di atas kapal," kata MPA saat menanggapi pertanyaan CNA.
Petugas kemudian menunda kapal nelayan tersebut menuju Raffles Reserved Anchorage untuk menjalani pemeriksaan kerusakan lebih lanjut. Awak kapal yang membutuhkan pertolongan darurat langsung dipindahkan ke darat dengan bantuan Pasukan Pertahanan Sipil Singapura.
"Tidak ada laporan cedera di antara awak kedua kapal maupun pencemaran akibat insiden tersebut," ujar MPA sembari menambahkan bahwa lalu lintas navigasi tidak terdampak.
Sebagai langkah pencegahan, MPA menyiarkan peringatan keselamatan navigasi bagi seluruh kapal di sekitar lokasi insiden. Sebuah kapal patroli MPA juga dikerahkan untuk mengawal proses penarikan hingga kapal tiba di pelabuhan.
Selat Singapura merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut China Selatan. Tingginya kepadatan arus lalu lintas kapal kargo dan nelayan membuat kawasan perairan ini rentan terhadap risiko benturan antar armada.
MPA secara rutin mengawasi pergerakan kapal dan merespons cepat setiap peristiwa darurat untuk menjaga keamanan navigasi internasional. Penyelidikan atas insiden ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mencegah kejadian serupa di masa depan.