Breakingnews! Arab Saudi Kembali Dibombardir Houthi

Jum'at, 25 September 2026 | 10:15 WIB
Laporan gambar dan rekaman asap yang membumbung dari fasilitas-fasilitas di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah serangan rudal balistik [Ist]
BACA 10 DETIK
  • Houthi meluncurkan serangan rudal dan drone ke ibu kota Riyadh serta fasilitas Aramco Yanbu.

  • Aksi militer ini merupakan balasan atas dugaan keterlibatan Saudi dalam serangan Bandara Sanaa.

  • Houthi menegaskan konfrontasi bersenjata terus berlanjut sampai blokade wilayah Yaman dibuka penuh.

Suara.com - Arab Saudi kembali diserang militer Houthi. Mereka menggempur pusat pemerintahan dan kawasan energi vital Arab Saudi. Kombinasi serangan udara ini menyasar objek vital di Riyadh serta fasilitas minyak Aramco di Yanbu.

Pusat kekuatan ekonomi dan politik kerajaan Saudi kini berada dalam jangkauan tempur langsung armada nirawak serta rudal canggih Yaman. Langkah drastis ini menandai babak baru perlawanan bersenjata yang kian mengancam stabilitas pasokan energi kawasan.

Kelompok Ansar Allah memposisikan gempuran ini sebagai respons langsung atas tekanan militer dan pengepungan wilayah yang masih berlangsung. Rentetan ledakan di kawasan strategis tersebut dikonfirmasi langsung oleh otoritas militer Houthi pada Kamis (24/9).

Juru bicara militer Houthi menegaskan bahwa aksi gempuran tersebut terbagi dalam dua tindakan operasional terpisah.

"Kami melancarkan dua operasi militer khusus sebagai balasan agresi Saudi. Operasi pertama menyasar fasilitas penting di ibu kota pihak lawan, Riyadh. Target kedua yakni fasilitas Aramco di Yanbu," kata jubir tersebut kepada penyiar Yaman, Al Masirah.

Persenjataan berat dikerahkan secara masif untuk menembus benteng pertahanan udara pihak lawan dalam operasi lintas batas ini. Pasukan Houthi mengombinasikan peluncuran rudal balistik, rudal jelajah, hingga pesawat nirawak bermuatan peledak.

Ketegangan antar kedua belah pihak sejatinya telah memuncak sejak bentrokan berdarah meletus pada pertengahan Juli lalu. Pertempuran pecah saat pasukan pro-pemerintah menggempur Bandara Sanaa bersamaan dengan pendaratan pesawat delegasi pimpinan Houthi dari Iran.

Houthi menuding Riyadh sebagai dalang utama di balik aksi penyerangan bandara yang memicu kemarahan publik tersebut. Insiden berdarah itu memicu deklarasi perang terbuka serta ikrar perlawanan tanpa henti dari kubu Ansar Allah.

Pemblokiran akses wilayah menjadi alasan mendasar yang memicu aksi perlawanan militer Houthi semakin meluas. Mereka bersumpah tidak akan menghentikan konfrontasi senjata sebelum blokade ekonomi di wilayah kekuasaannya dihapuskan total.

Laju ekspansi darat Houthi di wilayah domestik juga terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Penguasaan wilayah pesisir Laut Merah hingga area pemukiman strategis di sekitar Selat Bab al-Mandab kini sepenuhnya berada dalam genggaman mereka.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com