- Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out saat PM Israel berpidato di Sidang PBB, New York, September 2026.
- Aksi tersebut merupakan bentuk protes nyata terhadap krisis kemanusiaan di Gaza yang telah menelan korban jiwa.
- Komisi I DPR RI mengapresiasi tindakan tegas tersebut sebagai wujud konsistensi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Suara.com - Keputusan delegasi Indonesia untuk walk out saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York mendapat apresiasi tinggi dari Komisi I DPR RI.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal, menilai, langkah tersebut sebagai bentuk ketegangan diplomatik yang nyata terhadap aksi militer dan krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh Israel di Jalur Gaza.
Syamsu Rizal, yang akrab disapa Deng Ical, menegaskan bahwa penolakan untuk mendengarkan pidato Netanyahu merupakan cerminan komitmen Indonesia yang tidak pernah goyah dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
“Saya bangga dengan sikap delegasi Indonesia yang melakukan walk out saat Benjamin Netanyahu hendak berpidato,” ujar Deng Ical kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).
"Sikap ini sudah sangat tepat dan menunjukkan bahwa Indonesia konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta menolak berbagai tindakan yang merugikan rakyat Palestina," katanya menambahkan.
Ia menekankan, bahwa aksi walk out ini membawa pesan yang mendalam dan bukan sekadar aksi formalitas belaka.
“Walk out ini adalah bentuk protes dan kecaman terhadap genosida Israel terhadap Palestina, khususnya masyarakat Gaza. Dunia tidak boleh diam terhadap penderitaan rakyat Palestina,” tegasnya.
Hingga September 2026, krisis kemanusiaan di Gaza telah mencatatkan lebih dari 74.000 korban jiwa yang mayoritas di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.
Melihat situasi yang kian memprihatinkan, Deng Ical menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menggalang penegakan hukum yang lebih konkret.
“Semakin banyak negara harus berani mengecam dan mengambil langkah sesuai hukum internasional terhadap tindakan yang dilakukan Israel. Jangan sampai hukum internasional hanya menjadi aturan di atas kertas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia kembali menegaskan bahwa posisi Indonesia terhadap isu Palestina tidak dapat digoyahkan oleh tekanan apa pun.
“Negara-negara di dunia harus semakin banyak mendukung kemerdekaan Palestina. Pemerintah Indonesia juga harus terus konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Bagi Indonesia, kemerdekaan Palestina adalah harga mati dan tidak bisa ditawar,” pungkasnya.