Diplomat Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis Umum PBB

Jum'at, 25 September 2026 | 07:17 WIB
Diplomat Indonesia dan berbagai negara aksi walk out saat Benjamin Netanyahu berpidato di PBB. (Antara)
BACA 10 DETIK
  • Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out saat Benjamin Netanyahu bersiap pidato di Sidang PBB.

  • Puluhan diplomat negara lain turut mengosongkan ruangan hingga suasana sidang PBB menjadi riuh.

  • Protes massal terjadi di tengah sorotan kejahatan perang dan status penangkapan ICC terhadap Netanyahu.

Suara.com - Aksi tegas ditunjukkan delegasi Indonesia yang memilih langsung mengosongkan kursi diplomasi tepat saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melangkah ke mimbar Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB di New York. Langkah spontan ini menyimbolkan penolakan keras terhadap kehadiran pemimpin rezim zionis di panggung diplomasi global.

Sikap membelakangi podium utama tersebut tidak hanya dilakukan diplomat Indonesia, melainkan memicu gelombang demonstrasi serupa dari puluhan utusan negara lain. Fenomena pengosongan ruang sidang secara massal ini mengikis legitimasi pidato nasional yang hendak disampaikan pimpinan Israel tersebut.

Langkah serentak utusan Republik Indonesia ini menghadirkan retakan baru dalam dinamika diplomasi PBB di tengah sorotan konflik Timur Tengah. Arus kepindahan para diplomat menuju pintu keluar bahkan menciptakan kepadatan antrean yang cukup panjang di lorong utama.

potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]

Situasi di dalam ruang utama Majelis Umum PBB seketika berubah riuh dan tidak terkendali seiring derap langkah para utusan negara yang berbondong-bondong keluar. Pimpinan sidang bahkan terpaksa mengetukkan palu berulang kali demi mengembalikan ketertiban suasana forum.

Berdasarkan rekaman resmi dari Perutusan Tetap RI di New York, jajaran diplomat Indonesia tampak bergerak cepat meninggalkan area duduk mereka sesaat sebelum pidato dimulai.

Merespons gelombang aksi pengosongan ruangan oleh para utusan negara tersebut, Netanyahu justru melontarkan sindiran terbuka dari atas podium.

“Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang,” kata Netanyahu meledek para peserta sidang, sebagaimana disiarkan UN Web TV.

Kunjungan kepala pemerintahan Israel ke markas besar PBB di Amerika Serikat kali ini terbilang sangat singkat dan terbatas. Menurut laporan Jerusalem Post yang dikutip Sputnik, Netanyahu tercatat hanya menghabiskan waktu total selama enam jam di wilayah Amerika Serikat.

Dalam durasi lawatan yang sangat singkat itu, tidak ada agenda pertemuan bilateral yang dijadwalkan dengan pejabat tinggi negara tuan rumah. Dia juga tidak akan bertemu Presiden AS Donald Trump ataupun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Aksi angkat kaki massal para diplomat dunia ini menjadi puncak kemarahan global terhadap rentetan kebijakan militer Israel yang dinilai melampaui batas.

Kehadiran Netanyahu pada Majelis Umum PBB tahun 2026 ini berlangsung di tengah gelombang kecaman internasional yang semakin masif. Dunia internasional terus menyoroti dugaan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim Israel di wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina.

Ketegangan makin memuncak akibat pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di Lebanon yang memicu kembali eskalasi konflik bersenjata di kawasan regional. Kondisi ini memperburuk citra diplomasi Israel di mata masyarakat internasional.

Tekanan terhadap pemimpin Israel tersebut makin meluas mengingat status hukum resminya di tingkat global. Terlebih lagi, surat perintah penangkapan Netanyahu yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 2024 masih berlaku.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com