Iran Bantah Lagi Buat Bom Nuklir, Begini Penjelasan Presiden Pezeshkian

Jum'at, 25 September 2026 | 13:40 WIB
Bom Nuklir (Shutterstock)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan Iran tidak memiliki rencana memproduksi senjata nuklir sama sekali.

  • Konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel masih terus berlanjut hingga kini.

  • Kemlu Iran membantah tuduhan AS mengenai adanya aktivitas nuklir rahasia di Pickaxe Mountain.

Suara.com - Presiden Masoud Pezeshkian membantah keras seluruh tudingan global terkait ambisi negaranya mengembangkan senjata nuklir di tengah meningkatnya tensi militer. Langkah ketat ini diambil Teheran untuk meredam spekulasi Barat yang terus memojokkan posisi geopolitik Iran.

Penegasan langsung tersebut ia sampaikan saat merespons pertanyaan mengenai arah program nuklir negaranya saat ini.

"Sama sekali tidak. Sama sekali tidak," kata Pezeshkian kepada Fox News saat ditanya apakah Iran berupaya memperoleh bom nuklir.

Iran mengirim sinyal keras pada pidato Presiden Masoud Pezeshkian di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81. [Istimewa]

Pernyataan publik ini menjadi titik balik penting Teheran dalam memutus narasi ancaman global di tengah konfrontasi bersenjata yang belum mereda. Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas posisi tawar Iran di mata internasional.

Sikap tegas pimpinan tertinggi eksekutif Iran ini juga sekaligus membentengi posisi diplomatik Teheran yang kerap mendapat tekanan dari sekutu Barat.

Eskalasi militer berskala besar ini sejatinya meletus sejak pertengahan Februari lalu akibat gempuran mendadak ke wilayah Iran. Konsortium militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang serangan udara ke serangkaian objek vital di dalam negeri Iran pada 28 Februari.

Teheran langsung merespons aksi militer tersebut dengan melancarkan serangan balasan proporsional ke jantung pertahanan lawan.

Upaya damai sempat mengemuka saat pihak-pihak bertikai sepakat menurunkan tensi pertempuran melalui meja perundingan. Teheran dan Washington bahkan telah menandatangani dokumen kesepakatan penghentian konflik pada pertengahan Juni.

Namun, gencatan senjata tersebut berumur pendek setelah kedua belah pihak kembali saling melepaskan tembakan di lapangan.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda konfrontasi bersenjata di kawasan tersebut bakal berakhir damai.

Tudingan intelijen terbaru dari pihak Washington juga langsung mendapat bantahan keras dari pejabat diplomatik Iran. Pemerintah membantah tuduhan AS mengenai adanya pergerakan rahasia di area pegunungan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei pada 1 September mengatakan Iran tidak melakukan aktivitas apa pun terkait nuklir di Pickaxe Mountain, sekaligus membantah tudingan baru yang dilontarkan AS.

Penjelasan resmi ini dikeluarkan untuk menghentikan spekulasi liar mengenai pembangunan fasilitas nuklir tersembunyi.

Saling tuduh ini memperpanjang daftar ketegangan antara Iran dan blok Barat yang terus berulang dalam kurun waktu belakangan.

Pertikaian mengenai ambisi nuklir dan aksi saling serang ini menjadi latar belakang utama memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com