Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota OPM Tewas, 2 Jatuh ke Jurang

Jum'at, 25 September 2026 | 15:30 WIB
Personel Koops TNI Habema menunjukkan senjata yang disita usai terlibat kontak senjata dengan OPM di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026). ANTARA/HO-Pen Habema
BACA 10 DETIK
  • TNI terlibat kontak senjata dengan OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di Intan Jaya.
  • Empat anggota OPM dilaporkan tewas dalam pertempuran tersebut dan dua di antaranya jatuh ke jurang.
  • Personel TNI mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata api, amunisi, dan alat komunikasi di lokasi kejadian.

Suara.com - Kontak senjata antara personel TNI dan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) terjadi di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat. Dalam peristiwa tersebut, empat anggota OPM dilaporkan tewas, dua di antaranya jatuh ke jurang.

Panglima Komando Operasi (Koops) TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan kelompok bersenjata tersebut diduga merupakan OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya.

Kontak senjata bermula setelah personel TNI memperoleh informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar Kampung Balamai Atas.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penelusuran ke lokasi untuk mengamankan wilayah sekaligus melindungi masyarakat.

Saat personel TNI tiba di lokasi, kontak senjata dengan OPM terjadi.

TNI menyebut empat anggota kelompok tersebut tewas dalam kontak senjata. Dua jenazah ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sementara dua lainnya disebut jatuh ke area jurang ketika kontak senjata berlangsung.

"Dua ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya dilaporkan jatuh ke area jurang saat kontak berlangsung," kata Riyanto Jumat (25/9/2026).

Dari lokasi kejadian, personel TNI juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kelompok OPM.

Barang yang diamankan antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon, 50 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.

Riyanto memastikan TNI akan terus melakukan pengamanan untuk melindungi masyarakat dari ancaman kelompok OPM.

"Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang," katanya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com