-
Otoritas Bangkok menetapkan status bencana di 50 distrik setelah 36 jalan terendam banjir.
-
KBRI Bangkok memastikan seorang WNI yang sempat terjebak di hotel dalam kondisi aman.
-
Intensitas hujan diprediksi mulai menurun, sementara kawasan wisata Pratunam dilaporkan sudah surut.
Suara.com - Sebanyak 36 ruas jalan di Bangkok masih terendam air setinggi lebih dari 15 sentimeter usai hujan deras mengguyur wilayah ibu kota Thailand tersebut. Pemerintah setempat langsung menetapkan status bencana di seluruh 50 distrik untuk mempercepat penanganan dampak luapan air.
Penetapan status darurat ini diambil setelah intensitas hujan tinggi memicu genangan parah di berbagai titik strategis kota. Kendati demikian, laporan meteorologi menunjukkan adanya tren penurunan curah hujan dalam dua hari ke depan.
Satu warga negara Indonesia sempat melaporkan diri terjebak di area penginapan akibat akses jalan sekitar terputus oleh luapan air. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok memastikan WNI tersebut dalam keadaan selamat dan terus memantau perkembangannya.
Pihak diplomatik Indonesia memastikan belum ada laporan korban jiwa maupun warga negara lain yang membutuhkan evakuasi medis darurat. Jalur komunikasi darurat tetap dibuka secara penuh selama 24 jam untuk merespons aduan dari masyarakat.
"Data Bangkok Metropolitan Administration (BMA) per Minggu, 27 September, jam 11.40, terdapat 36 jalan yang terendam banjir di atas 15 cm," kata Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Bangkok, Eneng Siti Sondari.
Pihak kedutaan menegaskan bahwa seluruh jaringan warga Indonesia yang terdaftar di Thailand berada dalam pantauan ketat tim konsuler. Fasilitas penampungan temporary dan koordinasi dengan otoritas lokal telah disiapkan jika situasi memburuk secara mendadak.
"Sejauh ini KBRI Bangkok melalui hotline Konsuler telah menerima 1 laporan WNI yang terdampak banjir. Yang bersangkutan terjebak di hotel karena jalan di sekitar hotel tergenang air. Namun dipastikan yang bersangkutan dalam kondisi aman. Di luar itu, sejauh ini belum terdapat laporan lain yang diterima dari WNI terdampak banjir," ucapnya.
Imbauan keselamatan juga diterbitkan agar seluruh WNI tidak nekat menerobos genangan air menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Warga diminta menyiapkan pasokan kebutuhan darurat dan aktif memeriksa pembaruan rute lalu lintas sebelum keluar tempat tinggal.
Jika terdapat WNI yang terdampak banjir dan memerlukan bantuan darurat, dapat menghubungi hotline KBRI Bangkok pada nomor +66 92 903 1103 atau hotline BMA pada nomor 1555.
Beberapa kawasan pusat bisnis dan perbelanjaan populer dilaporkan sudah mulai beroperasi kembali seiring menyusutnya genangan air. Aktivitas ekonomi di titik-titik vital tersebut bertahap pulih walau sisa lumpur masih dalam proses pembersihan.
"Hanya genangan ringan di titik-titik tertentu saja. Sekarang sudah surut," ujarnya.
Latar belakang peristiwa ini bermula dari hujan berdurasi panjang yang mengguyur Thailand akibat dinamika cuaca musiman di kawasan Asia Tenggara. Bangkok yang memiliki topografi dataran rendah memang rentan mengalami genangan ketika kapasitas saluran drainase kota terlampaui oleh volume air hujan yang ekstrem.