- Koalisi sipil mengecam pemberian gelar pahlawan bagi Soeharto melalui Keppres 116/TK/2025 di Jakarta.
- Peneliti Ita Fatia Nadia membeberkan dugaan keterlibatan Soeharto dalam pembantaian massal 1965-1966 di PTUN Jakarta, Senin (28/9/2026).
- Temuan investigasi menunjukkan perintah pembersihan komunis berasal dari presiden melalui Pangkopkamtib kepada para Pangdam seluruh Indonesia.
Kebanyakan dari mereka tergabung dalam CGMI, Lekra hingga Himpunan Sarjana Indonesia yang diasosiasikan sebagai penganut komunis.
Temuan-temuan itu, menurut Ita, seharusnya dapat menjadi bukti bahwa ada sebuah peristiwa pembantaian massa di luar hukum yang tidak manusiawi pada era pemerintahan Soeharto. Termasuk dugaan keterlibatannya dalam tragedi kemanusiaan tersebut.
Aktivis kemanusiaan ini juga mengutip pernyatan mantan komandan RPKAD Letkol. Sarwo Edhie yang mengakui adanya jutaan orang yang menjadi korban tragedi 65.
"Kami yakin karena kami membaca ini, surat-surat yang dikeluarkan oleh Pangkopkamtib. Dan Pangkopkamtib Soemitro itu menyatakan bahwa ini semua atas perintah dari Presiden untuk membersihkan Republik Indonesia dari seluruh unsur-unsur komunisme. Itu ada," tegas Ita. (Reporter: Alif Bintang)