- Yanuar Arif Wibowo cecar petinggi Ditjenpas soal sel mewah Lapas Cibinong.
- Anggota DPR dari PKS ini merupakan alumnus Fakultas Hukum UI.
- Yanuar Arif Wibowo mendesak reformasi total sistem pengawasan lembaga pemasyarakatan.
Suara.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yanuar Arif Wibowo menjadi sorotan setelah mencecar jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) serta pihak Lapas Cibinong terkait sel mewah dalam ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI viral di media sosial.
Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo tampil vokal mendesak pengusutan tuntas, jujur, dan transparan terkait skandal sel mewah atau klaster hunian mewah yang ditemukan di Lapas Kelas IIA Cibinong.
Aksi tegas Yanuar terekam saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi XIII DPR RI dan Ditjenpas di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin, 28 September 2026.
Tanpa basa-basi, Yanuar mencecar pihak lapas dan petinggi Ditjenpas ihwal kejanggalan pasca-sidak.
Ia mempertanyakan alasan mengapa sejumlah fasilitas mewah mulai dari unit pendingin ruangan (AC), sofa, kulkas, pigura foto, hingga perangkat CCTV mendadak raib dan dibersihkan dari lokasi saat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) melakukan peninjauan ulang dua hari setelah sidak Ombudsman.
Tak hanya itu, melihat carut-marut pengawasan yang terus berulang, Yanuar secara terbuka mendesak Ditjenpas dan Inspektorat Jenderal Kementerian untuk segera merombak tata kelola kelembagaan, memperketat fungsi pengawasan internal, hingga mengevaluasi total penempatan CCTV di titik-titik krusial lapas.
Bahkan, ia juga secara tegas mendesak agar pejabat yang tidak sanggup melakukan reformasi pemasyarakatan untuk mundur dari jabatannya.
Profil dan Rekam Jejak Yanuar Arif Wibowo
Yanuar Arif Wibowo merupakan politikus kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 4 Januari 1978. Ia melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi PKS setelah meraup 31.438 suara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VIII pada Pemilu 2024.
Sebelum aktif di kancah politik nasional, rekam jejak pendidikan dan organisasi Yanuar terbilang mentereng.
Ia menuntaskan masa kecil hingga remajanya di Surabaya, yakni SDN 3, SMPN 13, dan SMAN 16 Surabaya sebelum akhirnya merantau ke ibu kota untuk menempuh kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada tahun 2010.
Jiwa kepemimpinannya sudah ditempa sejak masa kuliah. Yanuar tercatat pernah aktif sebagai:
- Anggota BPM Fakultas Sastra UI (1997–1998)
- Ketua Bidang Sosial Politik BEM UI (1999–2000)
- Ketua Litbang BEM UI sekaligus Ketua Bidang Humas KAMMI Pusat (2000–2001)
Sebelum resmi mengenakan jas anggota dewan, pengalaman politik praktisnya di Senayan sudah dimulai jauh hari tatkala ia menjadi Asisten Anggota DPR RI pada periode 2004–2009.
Di luar kampus dan parlemen, aktivisme kepemudaan dan sosialnya sangat kental.
Ia pernah menjabat sebagai Sekjen DPN Gema Keadilan (2005–2010), Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia DPP KNPI (2007–2010), hingga Wakil Ketua Umum DPN Gema Keadilan (2008–2011).