Buka Jalan Kuliah ke New York, Pemprov DKI Rancang Beasiswa Bergengsi LPDP Jakarta

Selasa, 29 September 2026 | 19:30 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno usai ditemui di sela-sela acara Bung Karno di Jakarta, Sabtu (20/6/2026). (Suara.com/Faqih Fathurrahman)
BACA 10 DETIK
  • Wagub DKI Jakarta Rano Karno mengumumkan program beasiswa LPDP Jakarta untuk kuliah di luar negeri pada 29 September 2026.
  • Pemberangkatan mahasiswa ke New York dilakukan sebagai upaya strategis mengentaskan kemiskinan dan memperluas kesempatan belajar warga ibu kota.
  • Peluncuran beasiswa tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan fasilitas sekolah demi mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi nasional.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan program beasiswa bertajuk LPDP Jakarta untuk memberangkatkan putra-putri ibu kota menempuh bangku perguruan tinggi di luar negeri.

Rencana besar tersebut diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat meresmikan pemancangan tiang pertama SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 di Jakarta Selatan pada Selasa (29/9/2026).

Peluang kuliah ke mancanegara ini menyusul langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang baru saja menjalin kemitraan strategis dengan beberapa institusi pendidikan terkemuka di Kota New York, Amerika Serikat.

Rano sempat melontarkan candaan segar mengenai angan anak-anak Jakarta yang bakal mencicipi atmosfer perkuliahan di kota global tersebut.

“Bisa dibayangkan anak-anak Jakarta bisa kuliah di New York? Saya saja belum sampai ke New York. Tidak apa-apa, minimal doa sudah sampai duluan ke sana,” ucapnya.

Program beasiswa internasional ini dirancang untuk memperkuat bantalan bantuan pendidikan yang telah ada, seperti KJP Plus, KJMU, hingga agenda pemutihan ijazah.

Menurut Rano, pembukaan akses pendidikan setinggi-tingginya menjadi instrumen paling ampuh dalam mengentaskan angka kemiskinan ibu kota yang kini berada di kisaran 3,96 persen.

Mantan pemeran si Doel itu menegaskan, keberhasilan pembangunan sosial bukan sekadar diukur dari grafik statistik atau penurunan disparitas ekonomi semata.

“Yang lebih penting adalah memastikan setiap anak Jakarta, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun wilayah tempat tinggalnya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Target pengiriman mahasiswa ke New York ini berjalan beriringan dengan pembenahan sarana dasar, termasuk pembangunan ulang gedung sekolah rusak di Jakarta Selatan bernilai lebih dari Rp50 miliar itu.

Rangkaian ikhtiar tersebut diharapkan mampu mempertahankan status Indeks Pembangunan Manusia Jakarta, yang kini kokoh menempati peringkat tertinggi nasional dengan skor 85,05.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com