Biayanya Capai Rp 1,2 M, Kemenkes Upayakan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung JKN

Rabu, 30 September 2026 | 12:32 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. (Suara.com/Lilis Varwati)
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Kesehatan mengupayakan pembiayaan transplantasi sumsum tulang senilai Rp1,2 miliar melalui program JKN.
  • Wamenkes Dante menyatakan RS Kanker Dharmais di Jakarta sudah mampu melakukan tindakan tersebut.
  • Upaya negosiasi dengan BPJS Kesehatan bertujuan memperluas akses layanan bagi masyarakat umum.

Suara.com - Transplantasi sumsum tulang menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien kanker darah, terutama ketika pengobatan lain belum memberikan hasil yang diharapkan. Namun, akses terhadap tindakan ini masih menghadapi kendala besar karena biayanya dapat mencapai sekitar Rp1,2 miliar.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini mengupayakan agar transplantasi sumsum tulang dapat masuk dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, teknologi untuk menangani kanker darah sebenarnya sudah tersedia di Indonesia, salah satunya di RS Kanker Dharmais.

Persoalannya, biaya tindakan tersebut masih menjadi tantangan bagi pasien yang membutuhkan.

"Terapi-terapi definitif atau terapi yang menyembuhkan kanker masih terbatas, apalagi untuk kanker yang sulit, seperti kanker darah. Kanker darah ini sumbernya di mana? Sumbernya di pabriknya. Pabriknya ada di mana? di sumsum tulang, jadi kalau sumsum tulang itu diganti dengan yang baru, sel-sel yang tadinya tidak normal dalam bentuk kanker darah bisa menjadi regenerasi," kata Dante di Jakarta, Rabu (30/9/2026), dikutip dari ANTARA.

Biaya Jadi Hambatan Akses

Menurut Dante, transplantasi sumsum tulang membutuhkan biaya sekitar Rp1,2 miliar. Saat ini, tindakan tersebut belum masuk dalam pembiayaan JKN.

Karena itu, Kemenkes berencana melakukan pembahasan dengan BPJS Kesehatan agar terapi dengan biaya tinggi tersebut dapat dipertimbangkan untuk ditanggung dalam skema JKN.

Dante mengatakan, langkah tersebut diperlukan agar terapi yang sudah tersedia dan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan Indonesia tidak hanya bisa diakses oleh pasien dengan kemampuan finansial tertentu.

"Nanti coba kita melakukan, saya memberikan tugas kepada Pak Aco sebagai Dirjen Kesehatan Lanjutan, untuk bernegosiasi dengan BPJS supaya terapi-terapi canggih yang berbiaya mahal ini juga dikover dan bisa dinikmati oleh masyarakat secara umum," kata Dante.

Di RS Kanker Dharmais sendiri, sebagian pasien mendapatkan pembiayaan dari asuransi swasta.

Dante menyebut, dari 10 pasien yang menjalani prosedur transplantasi sumsum tulang di rumah sakit tersebut, empat di antaranya layanannya dibayar oleh asuransi swasta.

Kanker Darah dan Peran Sumsum Tulang

Dante menjelaskan, sumsum tulang memiliki peran penting dalam pembentukan sel-sel darah. Pada kanker darah, proses pembentukan sel darah dapat mengalami gangguan karena adanya sel abnormal.

Dalam kondisi tertentu, transplantasi sumsum tulang dilakukan untuk menggantikan sistem pembentukan darah yang bermasalah dengan sel punca pembentuk darah yang sehat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com